Polres Kulon Progo dan Mandaku Sosialisasi Operasi Keselamatan Progo kepada Pelajar

Kulon Progo (MAN2KP)- Polres Kulon Progo bersama MAN 2 Kulon Progo menggelar sosialisasi Operasi Keselamatan Progo Tahun 2026 pada Senin, (2/2/2026), bertempat di Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran berlalu lintas yang aman dan bertanggung jawab, khususnya di kalangan pelajar.

Sosialisasi dipandu oleh IPDA Bambang Suryono, S.H., Kanit Kamsel Satlantas Polres Kulon Progo, bersama jajaran. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Progo yang berlangsung dari 2 hingga 15 Februari 2026, bukan sekadar penertiban lalu lintas, melainkan gerakan edukatif yang bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kepatuhan, dan disiplin berlalu lintas sejak usia sekolah.

Menurutnya, tujuan utama Operasi Keselamatan Progo adalah menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar dengan cara membangun pemahaman bahwa keselamatan di jalan raya merupakan kebutuhan bersama. Melalui pendekatan preemtif dan preventif yang humanis, operasi ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas, terutama yang melibatkan pelajar.

Lebih lanjut disampaikan bahwa manfaat Operasi Keselamatan Progo dirasakan secara langsung oleh masyarakat, termasuk warga madrasah. Dengan meningkatnya kesadaran berlalu lintas, risiko kecelakaan dapat diminimalkan, aktivitas belajar dan mobilitas harian menjadi lebih aman, serta tumbuh budaya disiplin yang berdampak positif pada kehidupan sosial. Pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi juga agen edukasi keselamatan di lingkungan sekitarnya.

Adapun sasaran Operasi Keselamatan Progo diarahkan pada perilaku berkendara yang berpotensi membahayakan keselamatan, seperti berkendara tanpa helm standar, pengendara di bawah umur, pelanggaran rambu dan marka jalan, serta penggunaan kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan teknis. Sasaran tersebut ditegaskan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk melindungi keselamatan pengguna jalan, khususnya generasi muda.

Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., menyampaikan bahwa sosialisasi ini memiliki nilai edukatif yang sangat kuat bagi peserta didik.

“Keselamatan berlalu lintas adalah bagian dari pendidikan karakter. Dengan memahami tujuan dan manfaat Operasi Keselamatan Progo, siswa kami diharapkan semakin sadar bahwa disiplin di jalan raya adalah wujud tanggung jawab moral dan sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa madrasah berkomitmen mendukung program kepolisian dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di lingkungan pendidikan.

Sejalan dengan itu, Ketua Pembangunan Zona Integritas MAN 2 Kulon Progo menyampaikan bahwa pesan-pesan keselamatan berlalu lintas yang disampaikan Polres Kulon Progo memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas mencerminkan integritas pribadi. Nilai disiplin, kejujuran, dan kepatuhan hukum inilah yang juga menjadi ruh pembangunan WBK dan WBBM di MAN 2 Kulon Progo,” ungkapnya.

Dalam penutup kegiatan, IPDA Bambang Suryono, S.H., mengajak seluruh siswa untuk menjadi bagian dari solusi keselamatan berlalu lintas.

“Mari kita jadikan keselamatan sebagai budaya. Mulailah dari diri sendiri, patuhi aturan, dan saling mengingatkan. Pelajar adalah masa depan, dan keselamatan adalah modal utamanya,” ajaknya.

Melalui sosialisasi Operasi Keselamatan Progo ini, MAN 2 Kulon Progo berharap para siswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain di jalan raya. (gia/dpj)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *