Puasa Layar, Kembalikan Hak Mata dan Hati di Bulan Ramadan

Taufik Rafi Rizqullah
Siswa MTsN 5 Kulon Progo

Selama ini, kita sering memahami puasa hanya sebagai ritual memindahkan jam makan. Kita sibuk memastikan perut tidak keroncongan. Namun kita sering lupa memuasakan sesuatu yang justru paling sibuk di zaman sekarang. Yakni ibu jari dan mata kita.

Bulan Ramadan sebenarnya adalah momen Digital Detox terbaik yang sudah didesain oleh Tuhan. Mengapa? Karena esensi puasa adalah Imsak (menahan diri). Jika kita bisa menahan diri dari nasi padang yang lezat, seharusnya kita juga bisa menahan diri dari godaan scrolling media sosial yang tak berujung.

  1. Puasa dari Asupan Konten Negatif
    Selama Ramadan. Bukan cuma mulut yang harus dijaga dari ghibah. Tetapi mata juga harus puasa dari melihat pertikaian di kolom komentar atau pamer kemewahan yang bikin hati dengki. Mengurangi durasi layar (screen time) otomatis akan mengurangi potensi dosa jari-jari kita.
  2. Mengganti Notifikasi dengan Koneksi.
    Bayangkan jika bunyi notifikasi WhatsApp yang biasanya memicu adrenalin, diganti dengan keheningan sujud atau obrolan hangat di meja makan bersama keluarga saat berbuka. Ramadan adalah waktu untuk menyambung kembali kabel-kabel silaturahmi yang sempat putus karena kita terlalu asyik dengan dunia maya.
  3. Menemukan Kembali Fokus yang Hilang.
    Sains membuktikan bahwa distraksi digital membuat kita sulit fokus. Puasa membantu otak untuk reset. Dengan mengurangi asupan hiburan instan dari internet. Pikiran kita menjadi lebih tenang dan lebih jernih saat membaca Alqur’an atau merenungi makna hidup.

Mari jadikan Ramadan tahun ini bukan sekadar tentang mengubah menu sahur. Tetapi juga mengubah kebiasaan memegang ponsel. Mari kita coba log out sejenak dari hiruk-pikuk dunia digital. Agar kita bisa benar-benar log in ke dalam kedamaian spiritual.

Sudah saatnya jempol kita istirahat, agar hati punya ruang untuk bernapas.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *