Puasa Menuju Takwa

Oleh: PRIHONO

Staf Pelaksana Kankemenag Kulon Progo

Semua umat muslim di seluruh dunia tengah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. Puasa Ramadan ini menjadi salah satu kewajiban yang diperintahkan bagi setiap umat muslim yang beriman. Tujuannya agar setiap muslim menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa kepada sang Pencipta setelah selesai melaksanakan ibadah puasa Ramadan tersebut. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Al Baqarah: 183.

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Kata takwa, menurut HAMKA dalam tafsirnya, Al-Azhar, diambil dari rumpun kata wiqayah yang berarti memelihara. Memelihara hubungan yang baik dengan Allah SWT. Memelihara jangan sampai terperosok kepada perbuatan yang tidak diridhai-Nya.

Seorang yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan ini dengan iman dan ikhlas tentunya juga akan menjadi pribadi yang lebih baik. Beberapa ustadz atau penceramah pernah mengatakan bahwa puasa yang berhasil itu seperti puasanya ayam. Ketika ayam bertelor, dia sangat sedih karena ternyata anaknya sama sekali tidak mirip dengan dirinya. Kemudian induk ayam tersebut berpuasa serta banyak berdoa kepada Allah SWT. Setelah 21 hari berpuasa dan berdoa tersebut, telor ayam menetas. Maka terlahirlah anak-anak ayam yang mirip dengan induknya. Berbahagialah induk ayam tersebut atas anugerah yang telah diterimanya dari Allah SWT.

Ada juga yang mengatakan, bahwa keberhasilan puasa seseorang itu seperti puasanya ulat. Ulat yang rakus dengan makan dedaunan dan sangat menakutkan. Setelah bersedia puasa selama 10-14 hari dalam balutan kepompong, keluarlah ia menjadi seekor kupu-kupu yang indah dan disukai banyak orang.

Hal itu berbeda dengan puasanya seekor ular. Seekor ular yang ganas, buas, dan menakutkan. Ketika diperintahkan untuk berpuasa selama satu sampai dua minggu, ular tersebut bukan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Namun justru ia menjadi pribadi yang semakin ganas, semakin buas, dan semakin menakutkan.

Dari contoh tersebut, diharapkan seorang muslim selepas berpuasa di bulan Ramadan dapat benar-benar menjadi pribadi yang lebih baik. Hal ini karena sesungguhnya dalam bulan Ramadan telah banyak diberikan bekal untuk kehidupan. Bagaimana seorang muslim selama Ramadan telah banyak belajar untuk menjadi pribadi yang taat kepada perintah Allah, disiplin, mengendalikan emosi, sabar, berpikiran jernih, peka dan peduli, serta menjaga kesehatan, maupun lainnya.

Setelah selesai melaksanakan ibadah puasa Ramadan, seorang muslim akan dipertemukan dengan Idulfitri. Seorang muslim akan kembali suci layaknya bayi yang baru lahir. Hal ini karena sesungguhnya seorang muslim yang selesai melaksanakan ibadah puasa Ramadan akan diampuni segala dosa-dosanya dan akan dimasukkan ke dalam surga-Nya Allah SWT.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *