Ramadan Peluang Emas, Tingkatkan Takwa dan Iman serta Kepedulian Sosial

Ridho Putra
Siswa Kelas IX A MTsN 6 Kulon Progo
Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Ramadan adalah bulan yang paling suci dan mulia di antara bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini terdapat berbagai amalan yang dianjurkan untuk dilakukan agar memperoleh pahala dari Allah SWT. Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan, ampunan, serta pendidikan jiwa. Pada bulan ini, seluruh umat Islam diwajibkan melaksanakan ibadah puasa selama kurang lebih satu bulan.
Puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu. Melainkan juga sebagai sarana untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Selain itu, Ramadan juga menjadi momentum untuk menumbuhkan dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang perintah berpuasa di bulan Ramadan. Yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita harus berusaha menjalankan seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya, khususnya pada bulan suci Ramadan. Kita juga perlu memaknai Ramadan secara holistik dengan menyeimbangkan hablum minallah dan hablum minannas. Yaitu hubungan manusia dengan Allah SWT dan hubungan manusia dengan sesama manusia.
Bulan Ramadan merupakan madrasah takwa atau madrasah spiritual. Melalui ibadah puasa, kita dilatih dan diuji untuk menahan lapar, dahaga, serta mengendalikan hawa nafsu. Ketakwaan juga dapat ditingkatkan melalui pelaksanaan ibadah salat tarawih, tadarus Alqur’an, dan i’tikaf sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, kita harus senantiasa membiasakan diri untuk berbuat kebaikan, bersikap jujur, dan bersabar selama bulan Ramadan. Dengan demikian, Insya Allah Ramadan dapat kita isi dengan perilaku dan kegiatan yang positif. Sehingga membawa keberkahan dan pahala dari Allah SWT.
Ramadan juga memiliki dimensi kepedulian sosial dan empati. Melalui puasa, kita merasakan lapar dan dahaga sebagaimana yang dirasakan oleh fakir miskin, kaum duafa, dan anak yatim. Yang dalam kehidupan sehari-hari sering mengalami kekurangan akibat keterbatasan ekonomi. Oleh sebab itu, sebagai makhluk sosial dan sebagai umat Islam yang taat kepada Allah SWT, kita dianjurkan untuk saling berbagi kepada mereka yang membutuhkan, baik melalui sedekah, zakat fitrah, maupun berbagi takjil di bulan Ramadan. Hal tersebut merupakan wujud nyata dari penerapan hablum minannas, yaitu hubungan yang baik dengan sesama manusia.
Integrasi antara iman dan aksi sosial sangat penting. Sebagai hamba yang bertakwa kepada Allah SWT, kita akan senantiasa takut untuk melanggar perintah-Nya dan terdorong untuk melakukan kebaikan di jalan Allah melalui pengamalan nilai-nilai sosial. Bulan Ramadan menjadi sarana untuk mengikis sifat egoisme dan menumbuhkan sikap altruisme atau kepedulian terhadap sesama. Pada bulan ini, kita diajarkan untuk mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi serta menjauhi sikap mementingkan diri sendiri dan berbuat semena-mena terhadap orang lain.
Oleh karena itu, sebagai umat Islam yang bertakwa kepada Allah SWT, kita harus mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan seperti berpuasa, bersedekah, menumbuhkan kepedulian sosial, mengikis egoisme, serta melakukan perbuatan-perbuatan baik yang diridhai oleh Allah SWT.
Marilah kita terapkan semua nilai tersebut di bulan suci Ramadan. Hal ini agar kita senantiasa memperoleh limpahan berkah, rahmat, dan pahala dari Allah SWT, serta mendapatkan perlindungan-Nya dari segala pengaruh negatif dan godaan setan.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!