Sinergi Kesehatan Tubuh dan Rohani: Penyuluh Agama dan Pendamping PKH Sambangi Warga Kedungsogo

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, warga Padukuhan Kedungsogo RT. 32 RW. 016, Kalurahan Kedungsari mendapatkan pembekalan istimewa. Sinergi antara Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih dan Pendamping PKH dilaksanakan dalam pertemuan rutin pada Rabu (18/02/2026). Pertemuan di rumah kediaman Tukiyo. Kehadiran para petugas ini bertujuan untuk memastikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga sehat secara fisik dan spiritual.
Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, menekankan pentingnya menjaga asupan nutrisi di tengah fluktuasi harga pangan. Ia mengajak warga untuk kembali ke pola gizi seimbang. “Sehat itu tidak harus mahal. Fokuslah pada sayuran, buah, dan protein rendah lemak seperti ikan atau telur. Batasi konsumsi gula dan garam, serta pastikan minum air putih minimal 8 gelas sehari agar berat badan terjaga dan tubuh tidak mudah sakit,” pesan Eny di hadapan para anggota PKH.
Sejalan dengan pesan kesehatan tersebut, Penyuluh Agama Islam, Muhammad Musodiqin, S.Sos dan Mukhyidin, S.Kom, mengajak warga untuk mempersiapkan diri menyambut kewajiban puasa. Dalam tausiyahnya, Mukhyidin mengutip QS. Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ”
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
“Ia menjelaskan bahwa puasa adalah sarana pembersihan diri. Tubuh yang sehat karena pola makan yang terjaga akan memudahkan umat dalam menjalankan ibadah secara maksimal.

Ditemui secara terpisah, Kepala KUA Pengasih memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor ini. Beliau menekankan bahwa peran Penyuluh Agama kini semakin luas, tidak hanya di atas mimbar masjid. “Kami sangat mendukung kolaborasi antara Penyuluh Agama dan Pendamping PKH. Ini adalah wujud nyata pelayanan masyarakat. Agama dan kesehatan itu beriringan; untuk menjadi hamba yang bertaqwa, kita butuh raga yang sehat. Saya berharap edukasi seperti ini konsisten dilakukan agar masyarakat Pengasih semakin kuat secara jasmani maupun rohani,” ungkapnya.(lua/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!