Sinergi KUA Pengasih dan PKH, Ajak KPM Sidomulyo Sehat Jasmani-Rohani dan Mandiri Ekonomi

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan edukasi lintas sektor kepada masyarakat. Pada Rabu (11/02/2026), kolaborasi tersaji dalam pertemuan kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang bertempat di Watu Belah, Sidomulyo, Pengasih.

Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih dan Pendamping PKH, yang secara komprehensif membedah kesehatan dari sisi spiritual maupun medis.

Penyuluh Agama Islam, Muhammad Musodiqin, S.Sos dan Mukhyidin, S.Kom, memaparkan materi bertajuk “Puasa Menyehatkan”. Dalam paparannya, mereka menekankan bahwa puasa bukan sekadar kewajiban agama, melainkan metode detoksifikasi alami yang luar biasa. “Umat Muslim memiliki landasan kuat dari hadits riwayat Ath-Thabrani, yakni Shumu Tashihhu, yang artinya ‘Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat’. Ini adalah pesan melampaui zaman,” ujar Musodiqin.

Mukhyidin menambahkan bahwa secara ilmiah, puasa memberikan waktu istirahat bagi organ pencernaan dan memperkuat daya tahan tubuh. “Secara batin pun, puasa melatih regulasi emosi yang berdampak pada kesehatan mental yang stabil,” imbuhnya.

Dari sisi kesehatan lingkungan dan gizi, Pendamping PKH Hapsari Jatiningrum Probowati memberikan peringatan serius mengenai ancaman mikroplastik bagi tubuh. Menurutnya, pola konsumsi masyarakat saat ini rentan terhadap masuknya partikel plastik kecil yang dapat mengganggu sistem metabolisme jika tidak diantisipasi sejak dini.

Tak hanya soal kesehatan, Hapsari juga memberikan motivasi terkait kemandirian ekonomi. Ia menegaskan bahwa bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah bersifat stimulan dan sementara. “Bansos adalah jembatan, bukan tujuan akhir. Kami mendorong setiap KPM untuk mulai membangun kemandirian agar siap ‘lulus’ atau graduasi dari kepesertaan bansos secara mandiri dan bermartabat,” tegas Hapsari.

Ditemui secara terpisah di ruang kerjanya, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I, menyampaikan apresiasinya atas sinergi lapangan ini. Ia menekankan bahwa KUA saat ini memiliki fungsi yang luas, tidak hanya urusan pernikahan, tetapi juga edukasi sosial-keagamaan. “Kami sangat mendukung kolaborasi antara Penyuluh Agama dan Pendamping PKH. Ini adalah wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. KUA Pengasih berkomitmen untuk terus membekali warga dengan pemahaman agama yang moderat sekaligus kesadaran hidup sehat dan mandiri,” pungkasnya.(lua/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *