Teriakan Merdeka dari Kota yang Terluka

Aulya Nur Fatonah
Siswa MTsN 2 Kulon Progo

Kota itu pernah menangis dalam diam,
Jalanan dipenuhi bayang ketakutan,
Langitnya kelabu, hati terendam,
Seolah asa menguap dari kenangan.

Sekalipun dunia membisu,
Fajar datang membawa keberanian,
Dari sunyi, langkah-langkah itu berbicara,
Mengikrarkan janji bagi tanah yang dicinta.

Di jalan sunyi Yogyakarta, keberanian bangkit melawan,
Teriakan “MERDEKA!” memecah luka yang tertahan,
Menggema bukan sekedar suara yang berlalu,
Melainkan sumpah abadi menjaga tanah air.

Enam jam mengguncang belenggu penjajahan,
Di jalan Yogyakarta lahir harapan bagi bangsa,
Merah putih kembali bernafas dalam keberanian,
Dunia pun tahu, Indonesia tak pernah benar-benar kalah.

Kini kota itu tak lagi menangis, lukanya menjelma kekuatan,
Teriakan “MERDEKA!” tetap hidup, menggema dalam jiwa kami,
Kami berdiri sebagai penerus, memeluk amarah perjuangan,
Menjaga kedaulatan negeri dengan doa, darah dan janji.

Waktu boleh menjauh, namun semangat itu tetap menyala,
Enam jam menjelma janji abadi bagi Indonesia,
Wahai merah putih, berkibarlah di langit jiwa kami selamanya,
Sebab semangat 1 Maret takkan pernah padam oleh zaman.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *