Tingkatkan Profesionalisme, GPAI Kapanewon Wates Gelar Workshop

Kulon Progo (KKG PAI Wates) – Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kapanewon Wates menyelenggarakan kegiatan Workshop Pembelajaran PAI Berbasis Artificial Intelligence (AI) serta Telaah Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Kegiatan yang diikuti oleh 39 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) se-Kapanewon Wates ini dilaksanakan di Joglo Girli Resto, Selasa (10/2/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Pengawas Kankemenag Kulon Progo, Drs. Tukidi, M.S.I., Pokjawas Kankemenag Yogyakarta, H. Ahmadi Sholikhin, S.Pd.I., M.Pd.I., Ketua KKG PAI Kapanewon Wates, Suryono, S.Pd.I., dan seluruh GPAI SD.
Narasumber, H. Ahmadi Sholikhin, S.Pd.I., M.Pd.I. memandu langsung sesi praktik penggunaan aplikasi kecerdasan buatan. Berbagai platform diperkenalkan untuk menunjang kreativitas guru. Di antaranya ClassPoint, Gemini Storybook, Gemini (sebagai pencari ide dan editor foto), Lovart, NotebookLM, hingga Suno. “Pemanfaatan AI dapat membantu guru dalam menyusun bahan ajar interaktif, merancang soal evaluasi, serta mengembangkan konten digital yang menarik bagi peserta didik abad ke-21,” jelas Ahmadi.

Selain fokus pada teknologi, workshop ini juga membekali guru dengan pemahaman mendalam mengenai Kurikulum Merdeka. Pengawas Kankemenag Kulon Progo, Drs. Tukidi, M.S.I. memaparkan materi mengenai keterkaitan antara CP, TP, dan ATP yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. “Guru PAI harus mampu merancang pembelajaran yang terstruktur dan sistematis. Pembelajaran PAI tidak boleh hanya menekankan aspek kognitif. Tetapi juga harus menyentuh aspek afektif dan psikomotorik siswa,” tegas Tukidi.
Ketua KKG PAI Kapanewon Wates, Suryono, S.Pd.I. menekankan bahwa literasi digital sangat penting untuk menunjang tugas profesional guru sebagai fasilitator. Namun ia juga memberikan catatan penting terkait penggunaan teknologi di kelas. “Pemanfaatan teknologi memang meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun pendidik harus tetap berhati-hati. Jangan sampai terlalu terfokus pada media. Sehingga melupakan esensi dan substansi materi pelajaran yang tetap menjadi prioritas utama,” ujar Suryono.
Kegiatan ini diharapkan dapat mencetak GPAI yang lebih adaptif dan mampu mengintegrasikan teknologi AI dalam kelas. Selain itu juga cakap dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang efektif dan inovatif demi kemajuan Pendidikan Agama Islam di Kapanewon Wates. (sur/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!