Workshop Kurikulum Berbasis Cinta di MTsN 4 Kulon Progo

Kulon Progo (MTsN 4 Kulon Progo) – Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dengan tema Kurikulum Berbasis Cinta dilaksanakan MTsN Kulon Progo, Rabu (11/2/2026). Acara tersebut dilaksanakan di lingkungan madrasah dan diikuti oleh seluruh guru. Workshop menghadirkan narasumber Septi Andari Putri, S.Pd., M.Pd., selaku tim penyusun Kurikulum Berbasis Cinta Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kegiatan diawali sambutan Kepala MTsN 4 Kulon Progo, Asnah Al Amien, S.Ag., M.S.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta bukan sekadar konsep, melainkan pendekatan yang menempatkan murid sebagai subjek pembelajaran yang harus dipahami, dihargai, dan dibimbing dengan penuh empati.
Dalam pemaparannya, Septi Andari Putri menyampaikan tentang konsep pembelajaran mendalam dengan delapan karakteristik utama, serta penguatan Kurikulum Berbasis Cinta melalui konsep Panca Cinta. “Delapan karakteristik pembelajaran mendalam tersebut menekankan pada keterlibatan aktif murid, penguatan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, refleksi, kolaborasi, relevansi kontekstual, kebermaknaan, dan keberlanjutan pembelajaran,” paparnya. Sementara itu, Panca Cinta menjadi pondasi nilai yang menjiwai proses pendidikan, sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas murid.

Menurutnya, integrasi pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta dapat diwujudkan melalui strategi pembelajaran yang reflektif, kolaboratif, dan kontekstual. Guru diharapkan mampu menciptakan suasana kelas yang aman, inklusif, serta memberi ruang bagi murid untuk bertanya, bereksplorasi, dan mengekspresikan gagasan.
“Cinta dalam pembelajaran berarti menghadirkan kesabaran, keteladanan, dan penghargaan terhadap proses belajar setiap anak. Ketika guru mengajar dengan hati, murid akan belajar dengan sepenuh hati,” tegas Septi.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Ambar Suryaningsih, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan implementasi kurikulum dengan visi madrasah. Ia berharap para guru mampu menerapkan hasil workshop dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran di kelas. (amb/don)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!