Wujudkan Keluarga Sakinah Sejahtera, KUA Panjatan Berikan Pendampingan Spiritual KPM PKH Bugel VIII
Kulon Progo (KUA Panjatan)– Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan terus memperkuat sinergi lintas sektoral dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Pada Kamis (5/1/2026) siang, bertempat di Padukuhan Bugel VIII, Kapanewon Panjatan, telah dilaksanakan kegiatan Silaturahmi dan Pendampingan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).
Acara ini dihadiri oleh 25 peserta yang tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Hadir sebagai narasumber, Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan, Kartiwin, S.Pd.I., M.S.I., serta Koordinator PKH Kapanewon Panjatan,Yanu Agung Nugroho, S.H.
Dalam materinya, Kartiwin menekankan pentingnya membangun Keluarga Sakinah yang dimulai dari pola komunikasi positif antar anggota keluarga. Menurutnya, ketahanan ekonomi harus dibarengi dengan ketahanan mental dan spiritual agar bantuan yang diterima membawa keberkahan.
Sementara itu, Yanu Agung Nugroho memberikan motivasi terkait kemandirian ekonomi. Beliau mendorong para KPM untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola usaha agar kondisi ekonomi mereka mengalami peningkatan signifikan.
“Kita ingin para KPM tidak hanya jalan di tempat atau stuck di grafik yang sama. Targetnya adalah ada progres nyata menuju kemandirian ekonomi,” tegas Yanu.
Ketua Kelompok KPM PKH Bugel VIII menyampaikan rasa terima kasihnya atas pendampingan ini.
“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran pihak KUA dan pendamping PKH. Tidak hanya soal bantuan materi, tapi kami juga diajarkan bagaimana menjaga keharmonisan rumah tangga dan semangat untuk maju,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S. Ag., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari program Kementerian Agama RI, khususnya terkait revitalisasi KUA yang berfungsi sebagai pusat layanan keagamaan sekaligus agen pembangunan kesejahteraan keluarga.
“KUA tidak hanya mengurusi pernikahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing umat menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, serta berdaya secara ekonomi. Ini sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat melalui bimbingan penyuluhan yang menyentuh akar rumput,” ujar Basid. (win/dpj)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!