Bimbingan Perkawinan KUA Kokap, Segitiga Cinta dalam Pernikahan

Kulon Progo (KUA Kokap) – Kegiatan bimbingan perkawinan angkatan kembali digelar di balai nikah KUA Kokap Selasa (31/3/2026)pagi, yang dihadiri 34 peserta calon pengantin. Acara diawali dengan paparan Bidan Suharsinah, AmaKeb dari puskesmas I Kapanewon Kokap tentang kesehatan reproduksi, dilanjutkan dan Dra.Siti Daroyah  Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) kapanewon Kokap terkait mempersiapkan generasi berkualitas dan paparan ketiga oleh  Kepala KUA Kokap, Muhamad sururudin, S.Ag terkait mempersiapkan keluarga sakinah dan dinamika kehidupan rumah tangga, dalam kesempatan tersebut,

Muhamad sururudin, S.Ag dalam kesempatan tersebut ingatkan komponen hubungan dalam pernikahan yang sering disebut  segitiga cinta.

“Apa itu segitiga cinta ?,   jawabnya “segitiga cinta ternyata merupakan tiga kompoen penting dalam pernikahan”, Pertama ; komitmen  yaitu bagaimana suami isteri sama sama memandang ikatan perkawinan sebagai ikatan yang kokoh (mitsaqaan ghalizhan, QS, An Nisa, 4 : 21). Kedua, kedekatan emosi,  kedekatan emosi muncul dalam bentuk rasa kasih sayang, mawaddah dan rahmah, diantara pasangan suami isteri (QS.Ar Rum, 30:21).Mereka menjadikan pasangan sebagai pasangan jiwa, tempat  berbagi kehidupan yang sesungguhnya,” ungkapnya.

“Ketiga, gairah adalah adanya dorongan untuk mendapatkan kepuasan seksual dari pasangannya , sebagaimana menjadi salah satu tujuan perkawinan yaitu menghalalkan hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan.Demikian pentingnya komponen ini, Al-Qur’an banyak menyebutkannya di dalam berbagai ayat, misalnya QS Al-Baqarah, 2 : 187,” imbuhnya.

“Apabila tiga komponen ini semua terpenuhi maka  keluarga sakinah mawadah warahmah akan terwujud.Jika komponen komitmen hilang, pernikahan akan menjadi rapuh. Jika kedekatan emosi yang tidak ada, maka pernikahan menjadi tidak tentram.Demikian juga jika tidak ada komponen gairah, pernikahannya menjadi hampa.Jika kehilangan komponen gairah dan komponen komitmen maka namanya sekedar persahabatan, jika yang hilang komponen komitmen dan komponen kedekatan emosi maka namanya sekedar hubungan fisik,” tegasnya. (msu/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *