Cegah Nikah Usia Dini, KUA Laksanakan Progam The Most Di SMAN 1 Lendah

Kulon Progo (KUA Lendah) – Dalam rangka mengoptimalkan The Most KUA dalam ranah bimbingan remaja, Kantor Urusan Agama (KUA) Lendah adakan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMAN 1 di Jatirejo, Lendah, Kulon Progo pada Jum’at (06/03/2026) pagi dengan tema “Cegah Nikah Anak”. Seluruh siswa kelas XII penuh antusias hadir di ruang Aula sebanyak 100 siswa, beserta guru pendamping dan penyuluh agama KUA Lendah, Wardani. S.Ag Fasilitator, Agus Prasmono, S.Ag Co Fasilitator, Siti Fauziah, S.Ag, M.Pd Moderator, Amarullah Ahmad, A.Md Dokumentator.

Wardani memaparkan terkait fenomena pernikahan anak atau sering disebut nikah dini serta dampak permasalahanya. “Saat ini terungkap kasus-kasus nikah anak seperti ketidaksiapan membangun keluarga dan KDRT, ini menjadi perhatian kita bersama.” paparnya.

“Dalam masyarakat masih ditemui adanya paradigma bahwa menikahkan anaknya menjadi solusi dari berbagai permasalahan rumah tangga, misalnya ada anak perempuan yang dinikahkan karena keterbatasan ekonomi keluarga, orang tua menganggap ini sebagai jalan solutif tanpa mempertimbangkan kesiapan anak dalam berumah tangga, ini sudut pandang yang perlu diluruskan. Pernikahan anak memiliki dampak negatif seperti keretakan rumah tangga, risiko komplikasi kehamilan, dampak mental,” ungkapnya.

“Selain itu, juga seringkali kita temui berbagai modus pelecehan seksual, yang umumnya perempuan menjadi korban. Misalnya menyebutkan istilah-istilah vulgar yang membuat tidak nyaman, masturbasi dihadapan orang lain, melakukan kontak fisik terhadap perempuan. Tindakan-tindakan tersebut merupakan penyimpangan dan melanggar norma kesusilaan.” pungkasnya.

BRUS ini disambut baik oleh pihak sekolah dan mengapresiasi kehadiran penyuluh agama KUA Lendah yang telah menyelenggarakan bimbingan tersebut.

Melalui program The Most KUA ini, KUA diharapkan dapat menumbuhkan karakter pelajar yang penuh dedikasi, dan berkarakter. Ditemui di ruang kerjanya, Kepala KUA Lendah, Zamroni, S.Ag., M.S.I turut mengapresiasi sinergi KUA dengan pihak SMAN 1 agar turut dalam pembentukan karakter pribadi dan membekali mental dan spiritual bagi generasi muda. “Kedepannya KUA perlu melebarkan sayap untuk berkolaborasi dengan beberapa pihak seperti: organisasi pelajar, pesantren, wali murid, maupun pihak lain sehingga program BRUS dapat berjalan optimal.” ungkapnya (gus/alf/dpj).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *