Halal Bihalal dan Parenting, Penyuluh KUA Samigaluh Ajak Orang Tua Mendidik Anak dengan Hati

Kulon Progo (KUA Samigaluh) — Dalam rangka menguatkan nilai-nilai kebersamaan pasca Hari Raya Idul Fitri, Penyuluh Agama Islam Kapanewon Samigaluh, Siti Tadkhiroh, melaksanakan kegiatan Halal Bihalal dan Parenting bertema “Mendidik Anak dengan Hati Setelah Ramadhan” pada Senin (30/03/2026) pagi.

Kegiatan ini bertempat di Gedung Kelompok Bermain Fajar Imani, Kaliduren, Kebonharjo. Acara diikuti oleh  peserta yang terdiri dari guru, wali murid, dan para siswa.

Dalam penyampaiannya, Siti Tadkhiroh menjelaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan antarsesama. Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini kepada anak-anak melalui contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak perlu dibiasakan untuk belajar meminta maaf, belajar memaafkan, berbagi, serta menghormati orang lain. Hal-hal sederhana ini menjadi pondasi penting dalam pembentukan karakter mereka,” ujarnya.

Selain itu, materi parenting menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Disampaikan bahwa orang tua memiliki peran utama dalam pendidikan anak usia dini, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6). Dalam sesi tersebut juga dibahas berbagai tantangan parenting di era modern, di antaranya kecenderungan anak terlalu sering menggunakan gadget, kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua, serta minimnya waktu kebersamaan dalam keluarga.

Sebagai solusi, peserta diajak untuk menerapkan langkah-langkah sederhana seperti membatasi penggunaan gadget, meluangkan waktu bermain bersama anak, serta membangun komunikasi aktif dengan mengajak anak bercerita tentang kegiatan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme dari para peserta. Diharapkan, melalui kegiatan ini, para orang tua semakin sadar akan pentingnya mendidik anak dengan pendekatan yang penuh kasih sayang, sehingga mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat.(nur/dpj)

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *