KUA Pengasih Launching Video Turba, Dialog Interaktif Warga

Kulon Progo (KUA Pengasih) – KUA Pengasih resmi melaunching video program Turun Bareng (Turba) yang menyasar jama’ah Mushola Al-Jannah, Ringin Ardi, RT 57 RW 25 Karangsari, Pengasih, Kulon Progo. Sebagai inovasi perdana dalam membangun dialog keagamaan dan pelayanan publik, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I. menyampaikan hal itu saat launching video yang dilaksanakan pada Senin (16/3/2026) bersamaan dengan kegiatan buka bersama pegawai KUA setempat.

“Program ini bukan sekadar menghadirkan KUA di tengah masyarakat, tetapi juga membuka ruang dialog yang setara, di mana jama’ah dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Turba menjadi jembatan komunikasi yang lebih humanis antara lembaga dan masyarakat, tidak hanya berfokus pada layanan administratif, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan sehari-hari umat.

“Melalui Turba, kami ingin memastikan bahwa KUA hadir tidak hanya saat dibutuhkan, tetapi juga menjadi mitra dalam menyelesaikan persoalan keagamaan, kemasyarakatan, hingga parenting,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yusma menyampaikan bahwa program ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan KUA Pengasih dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Ini adalah langkah awal, dan ke depan akan menjadi komitmen kami untuk terus hadir di berbagai titik masyarakat lainnya,” tuturnya.

Kegiatan Turba yang menjadi materi dalam video tersebut dilaksanakan pada Jumat (6/3/2026) mulai pukul 16.30 WIB hingga menjelang berbuka puasa. Dalam pelaksanaannya, dialog interaktif berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari jama’ah terkait persoalan keagamaan, kehidupan keluarga, hingga layanan KUA.

Sementara itu, kegiatan ini dipandu oleh Muhammad Musodiqin selaku MC sekaligus Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih yang mampu membangun suasana dialog menjadi hangat, komunikatif, dan partisipatif.

Acara kemudian ditutup dengan buka bersama dan dilanjutkan dengan sholat maghrib berjama’ah, menegaskan bahwa kebersamaan tidak hanya terbangun dalam diskusi, tetapi juga dalam ibadah yang menguatkan nilai spiritual masyarakat. pungkasnya. (muc/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *