Mantigaku Gandeng KUA Kalibawang Gelar Penyuluhan BRUS, Tekankan Bahaya Kenakalan Remaja dan Pernikahan Dini

Kulon Progo (MAN 3 KP) – Madrasah Aliyah Negeri 3 Kulon Progo (MAN 3 KP) bekerja sama dengan Bina KUA dan Program Keluarga Sakinah KUA Kapanewon Kalibawang menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Kamis, (5/3/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula PUPR MAN 3 KP ini diikuti oleh para siswa sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai kesehatan remaja, kenakalan remaja, serta pencegahan pernikahan dini.

Penyuluhan menghadirkan narasumber dari KUA Kalibawang, Akhiru Nurul Umah, S.Sos.I., M.S.I., yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya memahami masa remaja secara menyeluruh.

Dalam materinya dijelaskan bahwa usia remaja memiliki batasan yang berbeda menurut beberapa lembaga. Menurut WHO, usia remaja berada pada rentang 10–19 tahun, menurut Kementerian Kesehatan RI berada pada rentang 10–18 tahun, sedangkan menurut BKKBN usia remaja berada pada rentang 10–24 tahun. Dengan demikian, siswa SMA/MA termasuk dalam kategori usia remaja yang sedang berada pada masa pencarian jati diri.

Akhiru Nurul Umah, S.Sos.I., M.S.I., menjelaskan bahwa remaja yang sehat tidak hanya dilihat dari kondisi fisik, tetapi juga dari kesehatan mental dan spiritual.

“Remaja yang sehat bukan hanya sehat fisiknya saja, tetapi juga sehat rohaninya. Anak remaja tidak boleh dibiarkan mengalami stres. Salah satu cara menguatkan mental adalah dengan memperdalam ketakwaan kepada Allah SWT, terutama dengan menjalankan kewajiban sholat,” jelas Akhiru Nurul

Lebih lanjut menurutnya, ibadah menjadi salah satu benteng bagi remaja agar terhindar dari berbagai masalah rohani maupun perilaku menyimpang. Ia menambahkan bahwa shalat merupakan kewajiban bagi setiap muslim, dan dengan menjaga shalat seseorang akan lebih mampu mengendalikan diri serta terhindar dari berbagai penyakit rohani maupun perilaku negatif. Dalam penyuluhan tersebut juga disampaikan bahwa masa remaja merupakan masa yang sangat rentan terhadap berbagai permasalahan, seperti kenakalan remaja, pergaulan yang tidak sehat, hingga pernikahan dini.

“Usia remaja adalah masa yang sangat rentan. Banyak remaja yang terjebak dalam pergaulan yang tidak sehat, ibadah yang masih kurang, belum menemukan identitas dirinya, serta mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa beberapa persoalan yang sering muncul pada remaja antara lain belum mampu menemukan jati diri, belum mengetahui kelebihan yang dimiliki, orientasi masa depan yang belum jelas, serta kurang terbuka terhadap nasihat dan masukan dari orang tua maupun guru. Untuk mengatasi hal tersebut, remaja perlu melakukan muhasabah diri dengan cara mengenali kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Selain itu, remaja juga dianjurkan untuk menyalurkan minat dan hobinya ke dalam kegiatan yang positif sehingga dapat mendukung prestasi dan perkembangan diri.

“Remaja perlu mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dirinya. Dari situ mereka bisa mengetahui potensi yang menonjol untuk dikembangkan. Salurkan hobi pada kegiatan yang positif agar bisa mendukung prestasi,” jelasnya.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, remaja juga perlu menanamkan nilai-nilai dan prinsip hidup seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kemandirian, serta fleksibilitas dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.

Selain membahas kenakalan remaja, penyuluhan ini juga memberikan pemahaman mengenai pernikahan dini. Dijelaskan bahwa berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia, usia minimal perkawinan bagi laki-laki maupun perempuan adalah 19 tahun.

“Pernikahan tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Undang-undang di Indonesia telah menetapkan bahwa usia minimal menikah adalah 19 tahun baik bagi laki-laki maupun perempuan. Hal ini bertujuan agar pasangan yang menikah sudah siap secara fisik, mental, dan ekonomi,” terangnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan dini dapat menimbulkan berbagai risiko, baik dari segi kesehatan, psikologis, maupun sosial. Oleh karena itu, remaja diharapkan dapat mempersiapkan masa depan dengan baik melalui pendidikan, pengembangan potensi diri, serta menjaga pergaulan.

Melalui kegiatan penyuluhan BRUS ini, diharapkan para siswa MAN 3 KP dapat memahami pentingnya menjaga diri dari kenakalan remaja, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta merencanakan masa depan secara lebih matang sehingga dapat menjadi generasi muda yang sehat, berakhlak, dan berprestasi. (syl/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *