Perkuat Ketahanan Keluarga Melalui Nilai Al-Qur’an, ASN KUA Pengasih Isi Pengajian Nuzulul Qur’an di Kanoman

Kulon Progo (KUA Pengasih) — Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur’an, masyarakat Kanoman, Kulwaru, Wates, menggelar pengajian khidmat dengan tema “Pengamalan Al-Qur’an dalam Kehidupan” pada Rabu (11/03/2026). Acara ini menghadirkan Kyai M. Nur Charir, seorang ASN dari KUA Pengasih yang juga menjabat sebagai Ketua Madin Nurul Fadhilah kedungsari sebagai penceramah utama.
Dalam uraian materinya, Kyai M. Nur Charir menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan kompas utama dalam menjaga ketahanan keluarga. Menurut beliau, keluarga yang tangguh adalah keluarga yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai kesabaran, kasih sayang (mawaddah warahmah), dan komunikasi yang santun sebagaimana diajarkan dalam kitab suci. “Ketahanan keluarga di era modern ini menghadapi tantangan besar. Namun, jika Al-Qur’an dijadikan ruh dalam rumah tangga—di mana hak dan kewajiban dijalankan dengan penuh tanggung jawab—maka keluarga akan menjadi benteng pertama yang menangkal pengaruh negatif dari luar,” ujar Kyai Nur Charir di hadapan jamaah.
Kegiatan ini bukan sekadar pengajian rutin, melainkan juga bagian dari implementasi program The Most KUA. Program ini mendorong para petugas KUA untuk aktif terjun ke masyarakat (jemput bola) dalam memberikan edukasi keagamaan dan bimbingan keluarga secara langsung.

Ditemui secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan dukungannya terhadap kegiatan lintas wilayah tersebut. “Kami sangat mengapresiasi langkah Kyai Nur Charir. Ini adalah wujud nyata program The Most KUA, di mana ASN kami tidak hanya bekerja di balik meja, tapi menjadi agen perubahan yang memperkuat literasi agama dan ketahanan keluarga langsung di tengah masyarakat,” ungkap Rangga.
Kehadiran narasumber yang juga praktisi pendidikan Madin ini memberikan warna tersendiri bagi warga Kanoman. Salah satu tokoh masyarakat setempat, Suyadi, mengaku sangat terbantu dengan penyampaian materi yang relevan dengan kondisi keluarga saat ini. “Materi yang disampaikan Kyai Nur sangat masuk ke hati. Kami jadi diingatkan lagi bahwa kunci keluarga tenang itu ya kembali ke Al-Qur’an. Penjelasannya praktis, gampang diterapkan di rumah,” ujar Suyadi.
Acara ditutup dengan doa bersama, berharap keberkahan Nuzulul Qur’an dapat membawa kedamaian bagi setiap rumah tangga di wilayah Kanoman, Kulwaru.(lua/dpj)



Semoga tambah sukses