Pesantren Ramadan MI Muhammadiyah Nglinggo Perkuat Pemahaman dan Praktik Ibadah

Kulon Progo (Mimugo) — MI Muhammadiyah Nglinggo menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan. Hal ini sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan bagi peserta didik selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas I hingga kelas VI. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi ke dalam beberapa sesi yang disesuaikan dengan jenjang kelas.
Untuk siswa kelas I sampai kelas III, kegiatan difokuskan pada pemberian materi dasar tentang ibadah serta praktik membaca Al-Qur’an. Sementara itu siswa kelas IV dan V mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi kajian ibadah, tadarus Al-Qur’an, praktik salat, buka puasa bersama, serta diakhiri dengan salat Magrib berjemaah. Adapun bagi siswa kelas VI diselenggarakan rangkaian kegiatan tersendiri dengan menambahkan agenda doa bersama yang dihadiri oleh wali murid dan tokoh masyarakat sebagai ikhtiar spiritual dalam menghadapi ujian.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Pesantren Ramadan tahun ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus praktik ibadah para siswa. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Pada kegiatan tadarus Al-Qur’an para siswa dibimbing oleh Sigit Untoro, S.Pd.I. Dalam kegiatan ini siswa membaca Al-Qur’an secara bersama-sama dengan pendampingan guru. Sehingga tercipta suasana belajar yang khusyuk sekaligus menyenangkan. Sigit Untoro menyampaikan bahwa kegiatan tadarus menjadi sarana penting untuk menanamkan kebiasaan membaca Al-Qur’an sejak dini.
“Melalui kegiatan tadarus ini kami ingin menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an. Harapannya kebiasaan membaca Al-Qur’an tidak hanya dilakukan saat Pesantren Ramadan. Tetapi juga terus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara kajian ibadah dibimbing oleh Budi Handoko, S.Pd.I. Siswa mendapatkan materi tentang tata cara salat dan puasa yang benar sesuai tuntunan syariat. Selain menerima penjelasan materi, siswa juga mempraktikkan secara langsung gerakan dan bacaan salat agar pemahaman mereka semakin baik.
“Dengan praktik secara langsung, siswa menjadi lebih memahami gerakan dan bacaan salat. Hal ini juga melatih mereka agar lebih percaya diri dalam melaksanakan ibadah sehari-hari,” jelasnya.

Kegiatan Pesantren Ramadan ini mendapat sambutan antusias dari para siswa. Salah satu siswa, Irsyad Hanif Arjuna mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut dan berharap hal serupa dapat kembali dilaksanakan pada kesempatan mendatang.
“Saya senang mengikuti Pesantren Ramadan ini. Karena kegiatannya menarik dan menambah pengetahuan tentang ibadah. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi,” ungkapnya.
Kepala MI Muhammadiyah Nglinggo, Budiyanto, S.Pd.I. menyampaikan bahwa Pesantren Ramadan merupakan program rutin madrasah yang bertujuan menanamkan nilai-nilai ke-Islaman kepada peserta didik sejak dini.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan siswa tidak hanya memahami teori ibadah. Tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Pesantren Ramadan merupakan salah satu upaya madrasah dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa kepada Allah SWT. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk karakter religius. Sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap ibadah dan Al-Qur’an,” tuturnya.
Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung lancar dan penuh semangat tersebut, Pesantren Ramadan di MI Muhammadiyah Nglinggo diharapkan mampu memberikan pengalaman spiritual yang berkesan bagi para siswa. Sekaligus memperkuat pembentukan karakter religius sejak usia dini. (bud/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!