Sinergi Lintas Sektoral di Nanggulan: Perbedaan Lebaran Bukan Penghalang Persaudaraan

Kulon Progo (KUA Nanggulan) – Menyongsong perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polsek Nanggulan menggelar dialog moderasi beragama sekaligus buka puasa bersama pada Selasa (11/03/2026). Acara yang berlangsung di Mapolsek Nanggulan ini dihadiri oleh jajaran KUA, instansi pemerintah, serta tokoh agama setempat.
Fokus utama diskusi kali ini adalah menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Syawal. Berdasarkan perhitungan, Muhammadiyah diperkirakan merayakan Idul Fitri pada 20 Maret 2026, sementara Pemerintah kemungkinan besar menetapkannya pada 21 Maret 2026.
Kapolsek Nanggulan,A.Purwanto.SH.H.Hum dalam sambutannya menekankan pentingnya kondusivitas wilayah. “Kami mengimbau masyarakat untuk mengedepankan pesan damai, saling menghormati, dan tetap menjaga kerukunan di tengah perbedaan yang ada,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H., menegaskan bahwa peran KUA melampaui urusan teknis administratif.
“KUA berkomitmen merangkul tokoh agama untuk menyampaikan pesan sejuk. Perbedaan adalah hal biasa di Indonesia; mari kita jadikan ini momentum untuk mempererat kebinekaan,” tutur Jemino.

Sementara itu, Panewu Nanggulan, Drs. Sri Wahyuniarto, M.A., mengajak seluruh warga untuk tidak menonjolkan ego kelompok. Ia berharap momen hari raya menjadi ajang untuk merawat kebersamaan dan menghargai keyakinan masing-masing tanpa harus berselisih.
Dialog ini diakhiri dengan doa oleh kepala KUA Nanggulan Jemino dan komitmen bersama untuk menjaga harmoni di Kapanewon Nanggulan, memastikan ibadah tetap khusyuk dan penuh toleransi meski terdapat perbedaan kalender perayaan. (col/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!