The Most KUA Temon: Parenting Pola Asuh Anak Perspektif Islam

Kulon Progo (KUA Temon) — Kegiatan The Most KUA dilaksanakan di Masjid Nurul Awal dengan menghadirkan penyuluh agama KUA Temon, Yuni Lestari, S.Th.I., yang menyampaikan materi Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) tentang pola asuh anak menurut Ali bin Abi Thalib RA.
Dalam penyampaiannya, Yuni menjelaskan bahwa konsep pendidikan anak menurut Ali bin Abi Thalib sangat relevan sepanjang zaman karena memperhatikan tahap perkembangan anak. Konsep tersebut dikenal dengan metode 7×3, yaitu pembagian tiga fase perkembangan anak sesuai usia.
“Ali bin Abi Thalib berpesan agar orang tua mendidik anak sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zaman kita. Oleh karena itu orang tua perlu memahami fase perkembangan anak agar pola asuh yang diberikan tepat,” ujar Yuni Lestari.
Ia menjelaskan bahwa tahap pertama adalah usia 0–7 tahun, di mana anak diperlakukan seperti raja dengan penuh kasih sayang. Pada fase ini anak membutuhkan perhatian, pelukan, serta rasa aman, dan orang tua dianjurkan menghindari kekerasan dalam mendidik.

Tahap kedua usia 7–14 tahun, anak mulai dikenalkan kedisiplinan, adab, serta kewajiban ibadah. Orang tua mulai memberikan aturan yang jelas dan membiasakan anak dengan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu pada tahap ketiga usia 14–21 tahun, orang tua diharapkan menjadi sahabat bagi anak. “Di usia remaja, pendekatan dialog dan komunikasi yang baik sangat penting agar anak merasa dipercaya dan tetap terbuka kepada orang tuanya,” tambah Yuni.
Ia juga menegaskan bahwa keteladanan orang tua, doa, serta sikap adil kepada seluruh anak merupakan kunci penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak sejak dini. (opi/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!