Acara Syawalan PKK se-DIY, KUA Temon Paparkan Pembentukan Karakter

Kulon Progo (KUA Temon) – Suasana penuh kehangatan menyelimuti Pendopo SMA CIM, Kulon Progo, pada Rabu (15/04/2026). Penyuluh Agama Fungsional KUA Temon, Yuni Lestari, S.Th.I, hadir sebagai narasumber dalam acara Pengajian Syawalan sekaligus Rapat Koordinasi (Rakor) Pokja 1 PKK Kabupaten/Kota se-DIY. Forum.ini juga dihadiri langsung Bupati Kulon Progo Dr. H. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M

Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Membangun Keluarga Berkarakter di Bulan Syawal”, paparan Yuni Lestari berhasil menarik perhatian para pengurus PKK yang hadir dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kehadiran Yuni Lestari dalam forum bergengsi tingkat provinsi ini mendapat apresiasi khusus dari Kepala KUA Temon, Marqum Muh Zumarodin, S.Pd.I.  Ia menyatakan rasa bangganya atas dedikasi dan kiprah penyuluhnya yang mampu merambah ruang strategis seperti PKK.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peran aktif Ibu Yuni. Ini membuktikan bahwa penyuluh agama memiliki peran krusial dalam memberikan edukasi moral dan karakter, khususnya dalam penguatan ketahanan keluarga di lingkungan PKK,” ujar Marqum.

Dalam ceramahnya, Yuni Lestari menekankan bahwa bulan Ramadan yang baru saja berlalu merupakan sebuah ” Menurutnya, bulan suci tersebut adalah masa di mana pembiasaan positif dibentuk secara intensif.

“Secara psikologis, ahli menyebutkan bahwa kebiasaan baru akan terbentuk dalam waktu 21 hari. Sementara itu, Ramadan memberikan kita waktu 29 hingga 30 hari. Ini lebih dari cukup untuk menginstal karakter baik dalam diri kita,” jelas Yuni.

Ia menjabarkan empat pembiasaan positif pasca-Ramadan yang harus dijaga demi membangun keluarga berkarakter.

Menutup ceramahnya, Yuni menegaskan bahwa keberhasilan ibadah Ramadan diukur dari perubahan perilaku di bulan-bulan berikutnya. Karakter keluarga yang kuat lahir dari konsistensi melakukan kebaikan-kebaikan kecil yang telah dimulai selama bulan suci.

“Pembiasaan baik di bulan Ramadan diharapkan tidak berhenti saat Idulfitri tiba. Ia harus berlanjut secara konsisten hingga membentuk karakter mulia dalam keluarga kita masing-masing,” pungkasnya. (yun/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *