APRI Kulon Progo Gelar Syawalan, Perkuat Peran Jurnalis KUA Tangkal Hoaks

Kulon Progo (Kankemenag KP) — Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Kulon Progo menggelar kegiatan Syawalan pada Rabu (08/04/2026) bertempat di Shafira Garden, Kisik, Banjarasri, Kalibawang. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
Syawalan tahun ini terasa istimewa karena tidak hanya diikuti oleh para penghulu, tetapi juga menghadirkan jurnalis KUA se-Kabupaten Kulon Progo. Keterlibatan jurnalis KUA ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran kehumasan, khususnya dalam mengenalkan wajah Kementerian Agama melalui layanan KUA kepada masyarakat.
Mewakili pengurus APRI Kulon Progo, Ahmad Mahmudi menyampaikan bahwa kehadiran jurnalis KUA menjadi nilai tambah dalam kegiatan Syawalan tahun ini. “Syawalan kali ini istimewa karena kita mengundang jurnalis KUA sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat serta mengenalkan wajah Kementerian Agama, khususnya KUA,” tegasnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, H. Muhammad Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd., dalam pembinaannya menekankan pentingnya peran jurnalis KUA dalam meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait kebijakan Kementerian Agama. “Jurnalis KUA memiliki peran strategis dalam menangkal hoaks yang beredar di media sosial. Informasi yang benar dan akurat harus terus disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk bekerja dengan hati dan penuh keikhlasan. “Kita harus bekerja dengan cinta, sehingga dalam menjalankan tugas terasa ringan tanpa terlalu mempertimbangkan untung dan rugi. Jaga integritas, hindari segala bentuk perkataan dan perbuatan yang mengarah pada gratifikasi dan korupsi,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagai ASN di lingkungan Kementerian Agama, seluruh pegawai memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar. “Kita patut bersyukur berada di lingkungan yang mengajarkan nilai-nilai agama, sehingga menjadi pengendali diri untuk menjauhi perbuatan yang tidak terpuji,” tambahnya.
Sebagai penutup, kegiatan diisi dengan acara ramah tamah dan mancing bersama yang menjadi sarana mempererat kebersamaan serta memberikan suasana penyegaran bagi seluruh peserta. (col/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!