Bentengi Generasi dari NAPZA dan Pornografi, Penyuluh KUA Temon Bekali Kader PKK dan Posyandu Sindutan

Kulon Progo (KUA Temon) – Bertempat di Pendopo Kalurahan Sindutan, Kapanewon Temon, telah dilaksanakan kegiatan penyuluhan agama terkait bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) serta bahayanya Pornografi. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (29/04/2026) ini menghadirkan narasumber Yuni Lestari, S.Th.I Penyuluh Agama Islam dari KUA Kapanewon Temon, di hadapan ibu-ibu kader Posyandu dan PKK Kalurahan Sindutan.
Dalam paparannya, Yuni Lestari menekankan bahwa dalam hukum Islam, NAPZA memiliki status hukum yang jelas yaitu haram. Ia menjelaskan bahwa zat-zat berbahaya tersebut diqiyaskan (disamakan) dengan khamr karena memiliki daya rusak yang serupa, yakni menghilangkan kesadaran dan merusak akal sehat. “Rasulullah SAW dalam hadisnya telah melarang segala sesuatu yang memabukkan dan mufattir (yang membuat badan lemah/lalai). NAPZA bukan hanya merusak fisik, tapi juga menghancurkan masa depan spiritual seseorang, termasuk dampak negatif pornografi,” ujar Yuni di hadapan para peserta.
Mengingat posisi geografis wilayah Temon yang kini menjadi pintu masuk internasional (YIA), Yuni mengingatkan adanya tantangan ganda. Selain membawa dampak positif bagi ekonomi, mobilitas tinggi di wilayah ini juga membawa risiko dampak negatif, termasuk peredaran zat terlarang. Ibu-ibu kader diharapkan menjadi benteng pertama dalam pengawasan di lingkup keluarga.

“Peran ibu sangat krusial dalam mendampingi dan mengawasi pergaulan anak agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan zat adiktif dan bahayanya Pornografi,” lanjutnya. Kader PKK dan Posyandu diminta aktif menyebarkan informasi ini ke lingkungan terkecil.
Kepala KUA Temon, Marqum Muh Zumarodin, S.Pd.I, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif penyuluhan di tingkat kalurahan ini. Menurutnya, sinergi antara penyuluh agama dan kader masyarakat sangat efektif untuk menyelamatkan generasi bangsa.
“Kami sangat mendukung langkah ini. Ini adalah ikhtiar nyata untuk menyelamatkan generasi muda kita dari kerusakan moral dan fisik. Di wilayah yang berkembang pesat seperti Temon, kewaspadaan terhadap NAPZA dan dampak Pornografi harus ditingkatkan berkali-kali lipat,” tegas Marqum. Kegiatan dilanjut dengan sosialisasi dari Sentra rehabilitasi napza kemensos. (opi)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!