Progam Pelita Madinahku: KUA Kalibawang Perkuat Spiritual ASN

Kulon Progo (KUA Kalibawang) — KUA Kapanewon Kalibawang kembali meneguhkan perannya dalam pembinaan keagamaan aparatur dan masyarakat melalui kegiatan Pelita Madinahku yang digelar di wilayah Kapanewon setempat, Rabu (8/3/2026).
Kegiatan ini menghadirkan penceramah Deni Arif Wiardi, S.Sos. dengan tema penguatan makna kebaikan dalam perspektif keikhlasan beramal, sekaligus menjadi ruang strategis bagi penghulu, penyuluh, dan jajaran KUA untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dalam budaya kerja.
Dalam tausiyahnya, Deni Arif Wiardi menekankan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan sejatinya dipersembahkan untuk Allah Swt., bukan untuk memperoleh penilaian manusia. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan amal tidak diukur dari pujian atau pengakuan, melainkan dari keikhlasan hati dan penerimaan di sisi Allah Swt. Pesan tersebut merujuk pada kandungan Surah Az-Zalzalah ayat 7–8, tentang balasan atas setiap kebaikan maupun keburukan sekecil apa pun.
Kegiatan diawali dengan qiraah oleh Muhammad Rofiq, S.Sos.I yang membacakan Surah Al-Insyiqaq, menghadirkan suasana khidmat sekaligus memperkuat pesan spiritual acara. Melalui forum rutin seperti ini, KUA Kalibawang menunjukkan kontribusinya tidak hanya pada layanan administratif keagamaan, tetapi juga dalam pembinaan mental dan penguatan nilai integritas aparatur berbasis ajaran Islam.

Kepala KUA Kalibawang Ibnu Kafid, S.H.I menyampaikan bahwa Pelita Madinahku menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan dalam membangun budaya kerja yang dilandasi keikhlasan, tanggung jawab, dan orientasi ibadah. “Nilai utama yang ingin kami tanamkan adalah bekerja dan berbuat baik semata karena Allah Swt. Ketika penghulu, penyuluh, dan seluruh ASN memegang prinsip itu, pelayanan kepada masyarakat akan lahir dengan tulus dan berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, penyuluh agama dan penghulu memiliki posisi penting sebagai teladan di tengah masyarakat sekaligus motor penguatan moderasi dan pembinaan spiritual di lingkungan kerja. Karena itu, forum pembinaan seperti Pelita Madinahku menjadi sarana efektif untuk menyegarkan kembali orientasi pengabdian aparatur agar tetap lurus pada nilai ibadah dan kemaslahatan.
Melalui kegiatan ini, KUA Kalibawang berharap semangat keikhlasan yang disampaikan dalam tausiyah dapat terimplementasi dalam tugas sehari-hari, baik dalam layanan nikah, bimbingan keluarga sakinah, penyuluhan agama, maupun pelayanan publik lainnya. Dengan demikian, kehadiran KUA semakin dirasakan manfaatnya sebagai pusat layanan keagamaan sekaligus pembinaan moral masyarakat. (akh/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!