​Sinergi KUA Galur dan PKK Mabeyan: Bekali Kaum Perempuan Keterampilan Pemulasaraan Jenazah Sesuai Syariat

Kulon Progo (KUA Galur) – Melalui jajaran Penyuluh Agama Islam sukses menggelar kegiatan edukasi bertajuk Pemulasaraan Jenazah untuk Perempuan pada Ahad (26/4/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Mushola Al Abror Mabeyan ini lahir dari inisiatif cerdas PKK Mabeyan yang memandang pentingnya kemandirian kaum perempuan dalam menjalankan kewajiban fardu kifayah.

​Dalam pelaksanaan teknisnya, KUA Galur menerjunkan tiga narasumber kompeten untuk memberikan bimbingan komprehensif. Moch. Yahya, S.Ag, yang juga menjabat sebagai Ketua Parisga, memimpin koordinasi materi bersama Isnaini Mar’ah Azizah, S.Fil.I., M.S.I, seorang penyuluh yang fokus pada pemberdayaan perempuan, serta Samsudin, S.Ag, penyuluh penanggung jawab wilayah Kalurahan Karangsewu. Ketiganya berkolaborasi memastikan setiap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan tata cara yang benar secara langsung.

Narasi edukasi yang disampaikan mencakup seluruh aspek krusial, mulai dari tata cara memandikan jenazah perempuan secara syar’i, menjaga adab dan etika selama proses berlangsung, hingga pentingnya menjaga kesucian serta kehormatan jenazah. Selain aspek teknis, para penyuluh juga menekankan peran strategis perempuan dalam memberikan dukungan spiritual dan mental bagi keluarga yang sedang berduka, sehingga pemulasaraan bukan sekadar ritual fisik, melainkan bentuk pengabdian yang penuh kasih sayang.

​Kepala KUA Galur, H. Afwan Zuhdi, S.Ag., M.A, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa langkah PKK Mabeyan dalam menggandeng para penyuluh adalah bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai keagamaan.

​“Pemulasaraan jenazah adalah ibadah sekaligus bentuk penghormatan terakhir kepada sesama manusia. Dengan melibatkan perempuan secara aktif, kita sedang meneguhkan peran mereka dalam menjaga tradisi keagamaan yang penuh tanggung jawab. Kami akan terus mendukung inisiatif seperti ini demi terciptanya masyarakat yang religius dan tanggap dalam situasi duka,” ujar  Afwan Zuhdi.

Melalui pelatihan ini, KUA Galur dan PKK Mabeyan berharap para ibu serta remaja putri di wilayah Mabeyan memiliki kepercayaan diri dan kesiapan mental. Dengan demikian, tradisi pemulasaraan jenazah di masa depan dapat terlaksana dengan sempurna, penuh penghormatan, dan sepenuhnya selaras dengan tuntunan syariat Islam. (amr/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *