Sinergi KUA Pengasih dan PKH: Perkuat Mentalitas Spiritual KPM Paska Ramadhan

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Memasuki momentum Idul Fitri, KUA Pengasih terus berkomitmen memberikan pendampingan spiritual bagi masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan keagamaan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang digelar di Dusun Soronanggan, Tawangsari, Pengasih, pada Senin (06/04/2026).

Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., dalam penyampaiannya menekankan pentingnya menjaga istiqomah ibadah meski bulan suci telah berlalu. Dengan mengangkat tema “Memantaskan Diri Menjadi Ahli Surga Pasca-Ramadhan”, Munawir menjabarkan empat indikator utama kualitas spiritual seseorang yang layak meraih derajat ahli surga: Pertama; Wajhun Malihun: Memiliki paras yang berseri dan optimisme dalam menghadapi dinamika kehidupan. Kedua; Lisanun Fasihun: Senantiasa menjaga tutur kata yang santun, jujur, dan membawa maslahat bagi lingkungan. Ketiga; Qalbun Taqiyun: Membangun integritas hati yang bersih dari penyakit hati serta senantiasa terpaut kepada Allah SWT. Keempat; Yaddun Sakhiyun: Menumbuhkan jiwa kedermawanan dan kepedulian sosial terhadap sesama.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Pendamping PKH, Emi Listiawati, S.Pd., yang memastikan aspek administratif dan distribusi bantuan sosial berjalan tepat sasaran. Selain melakukan rekapitulasi, Emi juga memberikan edukasi mengenai manajemen keuangan keluarga melalui budaya menabung serta mensosialisasikan regulasi terbaru terkait kebijakan PKH.

Acara berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Sesi konsultasi personal yang dilakukan peserta menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat akan bimbingan keagamaan yang relevan dengan problematika kehidupan sehari-hari.

Ditemui secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas sektor ini. Menurutnya, ketahanan ekonomi nasional harus berakar pada ketahanan mental keluarga. “Kami sangat mendukung sinergi antara Penyuluh Agama dan Pendamping PKH. Ketahanan ekonomi tidak akan kokoh tanpa ketahanan mental dan spiritual. Dengan meningkatnya ketakwaan, keluarga-keluarga di Pengasih diharapkan tidak hanya tangguh secara finansial, tetapi juga memiliki jiwa yang tenang dan ridha terhadap ketetapan-Nya,” tegas Rangga.(lua/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *