Wujudkan Layanan Inklusif, KUA Nanggulan dan SIGMA Rancang Pendidikan Agama bagi Keluarga Difabel

Kulon Progo (KUA Nanggulan) – Gazebo Moderasi Beragama KUA Nanggulan menjadi saksi lahirnya komitmen kemanusiaan yang mendalam. Pada Rabu (29/04/2026), KUA Nanggulan bersama komunitas SIGMA (Sobat Inklusi Guyub Masyarakat) menggelar bincang santai untuk merancang program pemberdayaan dan pendidikan agama bagi warga difabel.
Diskusi hangat ini dihadiri oleh Kepala KUA Jemino, S.H.I., M.H., Ketua SIGMA Kurnia Asih Rahayu, serta pasangan suami istri tunarungu, Restiyanti dan Arif Setiawan, yang didampingi penerjemah bahasa isyarat. Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi program ketahanan pangan yang telah berjalan sekaligus memperluas jangkauan layanan keagamaan agar lebih ramah disabilitas.
Kepala KUA Nanggulan, Jemino, menegaskan bahwa akses keagamaan adalah hak setiap warga tanpa terkecuali. “Kami ingin memastikan saudara-saudara difabel mendapatkan pendampingan agama yang layak. Selain itu, kami juga merencanakan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan melalui penanaman jagung bersama,” jelasnya.
Ketua SIGMA, Kurnia Asih Rahayu, menyambut antusias keterbukaan KUA. Menurutnya, sinergi ini sangat menyentuh kebutuhan rill teman-teman difabel di lapangan. Kehadiran penerjemah bahasa isyarat dalam diskusi tersebut membuktikan keseriusan KUA dalam meruntuhkan sekat komunikasi. (col/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!