Belajar Keluarga Nabi Ibrahim: Penyuluh KUA Nanggulan Bedah Tipe Anak dalam Al-Qur’an

Kulon Progo (KUA Nanggulan) – Membangun generasi berakhlak mulia dimulai dari dalam rumah. Hal ini menjadi inti tausiyah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Nanggulan, Moh Natsir Nurdin, S.Ag., di Masjid Assakinah, Karang, Jatisarono, Senin (04/05/2026).
Dalam paparannya, Natsir membongkar empat kategori anak menurut Al-Qur’an agar orang tua lebih waspada dalam mendidik. Pertama, anak sebagai musuh, yakni mereka yang tega memperkarakan orang tua demi harta. Kedua, anak sebagai ujian yang sulit dinasihati. Ketiga, anak sebagai perhiasan, yang meski berprestasi namun sering membantah di rumah.
“Kita harus bercermin pada keluarga Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS. Itulah tipe anak qurrata a’yun atau penyejuk hati yang sesungguhnya. Inilah visi utama pendidikan keluarga Islam,” tegas Natsir.
Ia juga mengingatkan kepada orang tua untuk membentengi anak-anak dari pengaruh buruk tontonan pornografi dan kekerasan yang merusak mental.

Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H., memberikan dukungan penuh atas giat pembinaan ini. Menurutnya, peran penyuluh sangat krusial dalam membina akhlak umat agar mampu menjadi teladan di masyarakat. “Harapannya, melalui pembinaan ini, lahir keluarga-keluarga yang membawa ketenangan dan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Jamaah menyambut positif materi ini sebagai motivasi baru untuk mengevaluasi pola asuh di rumah. Kegiatan tersebut sangat penting dalam mengawal ketahanan keluarga melalui pendekatan spiritual yang mendalam. (col/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!