Cahaya Kurban di Pagi Iduladha

Rista Laila Ramadani
Siswa MTsN 5 Kulon Progo
Takbir menggema di ufuk pagi,
Menyusuri langit yang masih berselimut embun.
Hati-hati yang lama letih
Kembali pulang pada syukur yang santun.
Di pelataran doa dan sajadah,
Air mata jatuh tanpa suara.
Bukan karena duka semata,
Melainkan cinta yang belajar ikhlas menerima.
Iduladha mengajarkan sunyi pengorbanan,
Tentang rela melepas demi ridha Tuhan.
Seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
Yang menanam taat di atas keteguhan iman.
Aroma sate mengepul dari halaman rumah,
Tawa keluarga menghangatkan hari.
Yang kaya berbagi, yang sendiri ditemani,
Dan dunia terasa lebih damai hari ini.
Semoga setiap langkah setelah Iduladha
Menjadi jalan pulang menuju hati yang bersih.
Karena kurban bukan sekadar menyembelih,
Tetapi belajar mencintai dengan lebih bening dan jernih.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!