Darah, Air Mata, dan Rida

Fanisa Nurul Anin
Siswa MTsN 3 Kulon Progo
Fajar merekah di ufuk timur merona,
Gema takbir memecah keheningan semesta.
Darah dan air mata membasuh makna,
Menyerahkan rida pada titah Sang Kuasa.
Duhai Ismail yang berjiwa suci,
Pasrah bersujud menghadap Ilahi.
Pisau tajam tertegun menatap diri,
Cinta kepada-Nya mengalahkan duniawi.
Tangan sang ayah bergetar menahan perih,
Namun iman membaja tiada tersisih.
Tuhan menggantinya dengan domba terpilih,
Bukti kasih sayang tiada pernah letih.
Kini kurban kita tunaikan dengan ikhlas,
Mengharap berkah agar hidup menjadi pantas.
Semoga amal ibadah kita berbalas,
Menebar rahmat hingga ke batas.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!