DWP Kemenag Kulon Progo Dukung Kemandirian Difabel Lewat Program Inklusif SIGMA Nanggulan

Kulon Progo (DWP Kemenag) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo melaksanakan kegiatan silaturahmi dan kunjungan inklusif bersama kelompok difabel binaan SIGMA di Kebun Tegal Warak, Nanggulan, Jumat (22/5/2026). Kegiatan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan diikuti oleh pengurus dan anggota DWP Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, KUA Nanggulan, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta Pemerintah Kalurahan Jatisarono. Dalam kesempatan, peserta meninjau langsung program pemberdayaan inklusif yang dijalankan SIGMA melalui program Inklufarm dan Kantin Klusi.

Ketua DWP Kemenag Kulon Progo, Atick Sudaryati Wahib Jamil, mengaku terharu melihat semangat para difabel dalam membangun kemandirian ekonomi melalui kegiatan pertanian dan usaha produktif.
“Melihat semangat dan kerja keras teman-teman difabel di SIGMA ini benar-benar menginspirasi. Mereka mampu menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mandiri, produktif, dan berkarya. Semoga percikan kecil dari bumi Nanggulan ini dapat menyebar dan menjadi inspirasi bagi banyak daerah lain,” ungkap Atick.
Ia juga menyampaikan bahwa DWP Kemenag Kulon Progo mendukung penuh program pemberdayaan inklusif yang melibatkan kelompok rentan agar dapat tumbuh bersama dalam lingkungan yang setara dan berdaya.

SIGMA merupakan wadah pemberdayaan inklusif yang merangkul berbagai kelompok masyarakat rentan seperti difabel, lansia, waria, hingga pemulung. Program unggulan yang dijalankan antara lain Inklufarm sebagai program ketahanan pangan dan Kantin Klusi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi mandiri.
Dalam kegiatan, juga dilakukan penanaman 1.000 bibit talas dan 1.000 bibit nanas sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan inklusif.
Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H.I., menegaskan bahwa sinergi lintas sektor ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan layanan yang lebih inklusif bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara difabel memperoleh ruang dan kesempatan yang sama dalam kehidupan sosial maupun ekonomi. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju masyarakat yang lebih inklusif dan sejahtera,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan serta diakhiri dengan diskusi, peninjauan area kebun, dan foto bersama. (ros/mel)
#KementerianSemuaAgama
#MakinDekatMelayaniUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!