Integrasi Spiritual dan Ketahanan Pangan, Pusaka Sakinah KUA Galur Sapa Warga Wonopeti

Kulon Progo (KUA Galur) – Di tengah suasana penuh khidmat menyambut bulan Dzulhijah mulia, KUA Kapanewon Galur melalui program Pusat Layanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah) kembali hadir memberikan pendampingan bagi masyarakat di Kalurahan Wonopeti. Kegiatan yang menyasar kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam, Isnaini Mar’ah Azizah, S.Fil.I., M.S.I, yang membawa misi besar untuk memperkuat pondasi keluarga dari sisi lahiriah maupun batiniah pada Selasa (12/5/2026).
Dalam paparannya, Isnaini menekankan bahwa keluarga yang sakinah bermula dari suasana rumah yang religius, terutama dengan memanfaatkan momentum emas sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Beliau menjelaskan bahwa menghidupkan ibadah di rumah bukan sekadar menjalankan kewajiban agama, melainkan cara terbaik bagi orang tua untuk menanamkan karakter dan ketenangan batin bagi anak-anak serta seluruh anggota keluarga. Kedekatan kepada Allah di bulan yang istimewa ini diharapkan menjadi pengikat kasih sayang yang lebih kuat di dalam rumah tangga.

Melengkapi dimensi spiritual tersebut, bimbingan ini juga menyentuh aspek yang sangat praktis bagi ibu-ibu rumah tangga, yaitu manajemen pangan yang sehat melalui pengolahan daging kurban yang cermat. Isnaini mengaitkan bahwa menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi keluarga adalah bagian dari perintah agama untuk hidup sehat dan bersih. Peserta diajak untuk lebih teliti dalam menangani daging, seperti tidak mencuci daging yang akan disimpan di pembeku guna menghindari bakteri serta teknik pemisahan yang benar agar gizi tetap terjaga. Hal ini menjadi krusial karena keluarga yang sehat merupakan pilar utama dari ketahanan keluarga yang tangguh.
Kepala KUA Galur, H. Afwan Zuhdi, S.Ag., M.A. memberikan apresiasi mendalam atas sinergi materi yang disampaikan. Beliau menyampaikan bahwa melalui Pusaka Sakinah, KUA ingin memastikan bahwa pendampingan agama tidak hanya berhenti di atas sajadah, tetapi juga menyentuh dapur dan meja makan masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang benar tentang kemuliaan bulan Dzulhijjah yang dibarengi dengan keterampilan mengelola konsumsi keluarga secara higienis adalah wujud nyata dari keluarga yang mampu menjaga amanah kesehatan dan keberkahan secara bersamaan.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan harapan agar para ibu di Wonopeti dapat menjadi agen perubahan di keluarga masing-masing. Dengan memadukan kesalehan ritual dan kecermatan dalam mengurus rumah tangga, diharapkan setiap keluarga PKH di Wonopeti mampu mewujudkan visi keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah yang mandiri dan sejahtera. (Azz/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!