Lestarikan Budaya Lokal, Guru dan Siswa MI Ma’arif Petet Kompak Berbusana Jawa Gagrak Yogyakarta

Kulon Progo (MIMA Petet) – Pemandangan berbeda dan penuh nuansa budaya di lingkungan MI Ma’arif Petet pada Kamis Pon (21/5/2026). Seluruh guru dan siswa tampak anggun serta gagah mengenakan pakaian adat Jawa Gagrak Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pihak madrasah untuk melestarikan kebudayaan lokal di era modern.
Kepala MI Ma’arif Petet, Suriyatun, S.Pd.I, M.Pd. menyampaikan bahwa pembiasaan berbusana adat setiap Kamis Pon ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan pendidikan karakter sejak dini. Melalui kegiatan ini siswa diharapkan tidak hanya mengenal identitas budaya mereka. Tetapi juga mempraktikkan tata krama dan sopan santun khas Jawa dalam kehidupan sehari-hari.

Rasa bangga juga diungkapkan oleh salah satu pendidik, Untung Sugiyarto, S.Pd. Guru kelas VI tersebut mengaku sangat mendukung program ini. “Kami merasa bangga dan senang bisa berkontribusi langsung dalam menjaga serta melestarikan warisan leluhur budaya Jawa melalui lingkungan madrasah,” ujarnya.
Antusiasme tinggi tidak hanya datang dari jajaran guru. Melainkan juga dari para siswa kelas VI. Mengenakan pakaian adat memberikan pengalaman dan kesan mendalam bagi mereka. Beberapa siswa membagikan kesan positif mereka hari ini.
“Sangat senang dan menikmati momen belajar menggunakan pakaian adat,” kata Dinda
“Saya merasa penampilan menjadi jauh lebih gagah, sopan, dan berwibawa,”kata Hanafi.
“Saya merasa bangga karena terlihat seperti orang Jawa asli,” kata M. Arkhan.
“Saya merasa tampil lebih anggun, sekaligus belajar menjaga kesopanan ,” kata Khalila.
Langkah konkret MI Ma’arif Petet ini membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi benteng pertahanan budaya. Di tengah gempuran modernisasi. (unt/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!