Sentilan Halus Penyuluh KUA Nanggulan: “Mengapa Jarang Mobil Mewah Parkir di Masjid?”

Kulon Progo ( KUA Nanggulan) – Penyuluh Agama Islam KUA Nanggulan, Achmad Hanif, S.Ag., M.S.I., menyampaikan tausiyah bertema “Hakikat Qurban” dalam kegiatan Majelis Ta’lim Al Qomar di Bejaten, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo, Kamis (7/5/2026).

Dalam tausiyah tersebut, Hanif menjelaskan bahwa ibadah qurban merupakan wujud ketaatan kepada Allah SWT dengan menyisihkan sebagian rezeki yang dimiliki. Menurutnya, harta seharusnya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, bukan justru menjauhkan manusia dari-Nya.

Ia kemudian menyinggung fenomena sosial yang masih sering terjadi di masyarakat. Hanif mencontohkan kisah Tsa’labah yang dahulu dekat dengan Allah saat hidup sederhana, tetapi mulai lalai setelah menjadi kaya.

“Di era sekarang, kita jarang melihat mobil mewah seperti Pajero atau Fortuner parkir di depan masjid untuk shalat berjamaah,” ujar Hanif. Pernyataan tersebut disambut senyum para jamaah.

Menurut Hanif, harta juga dapat menciptakan jarak sosial. Ia menilai seseorang biasanya lebih mudah meminjamkan sepeda ontel kepada tetangga daripada meminjamkan mobil pribadi. Kondisi itu, kata dia, dapat memunculkan sikap individualis dan mengurangi kepedulian sosial.

Karena itu, Hanif menegaskan bahwa ibadah qurban mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H., mengapresiasi materi tausiyah yang disampaikan. Menurutnya, pendekatan dakwah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari lebih mudah diterima masyarakat.

“Semoga materi ini dapat memotivasi masyarakat untuk menyambut Iduladha dengan semangat pengorbanan dan kepedulian sosial,” ujarnya. (cho/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *