Tanamkan Nilai Moral, KUA Panjatan Gelar Penyuluhan Pendidikan Karakter

Bantul (KUA Panjatan) – Dalam upaya membentengi generasi muda dari degradasi moral di era digital, Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan mengadakan Penyuluhan Pendidikan Karakter bagi siswa – siswi Kelas X SMK N 1 Pengasih, Kulon Progo. Uniknya, kegiatan edukatif ini dilaksanakan di luar lingkungan sekolah, yakni bertempat di Ingkung Kwali 1, Dusun Kalakijo RT 02, Guwosari, Pajangan, Bantul pada Jumat (22/05/2026) mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Penyuluh Agama Islam fungsional dari KUA Panjatan, Novianti, S.Pd.Si., M.Pd. Di hadapan para siswa, beliau memaparkan materi penting mengenai pembentukan karakter, integritas, serta penerapan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan sekolah.
Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini. Beliau menekankan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif penyuluhan di kalangan pelajar ini. Remaja tingkat SMK berada pada fase krusial pencarian jati diri. Melalui bimbingan karakter yang tepat dari para penyuluh, kita berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, toleran, dan memiliki benteng moral yang kuat,” tutur Basid Rustami.

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini sejalan dan terintegrasi secara langsung dengan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam hal Penguatan Moderasi Beragama dan Revitalisasi KUA. Melalui program ini, Kementerian Agama mendorong KUA untuk tidak hanya melayani urusan administratif pernikahan, tetapi juga aktif menjadi pusat syiar, edukasi, dan pembimbingan masyarakat (Bimas Islam), termasuk menyasar generasi muda di sekolah-sekolah.
Materi pendidikan karakter yang disampaikan dikemas secara interaktif, menekankan pentingnya sikap saling menghormati, tanggung jawab, serta kedisiplinan sebagai bagian dari perwujudan akhlakul karimah. Suasana luar ruangan di lokasi kegiatan juga mendukung para siswa untuk menyerap materi dengan lebih rileks namun tetap esensial.
Dengan terlaksananya penyuluhan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih erat antara instansi keagamaan dan lembaga pendidikan dalam mengawal moralitas pelajar demi menyongsong masa depan yang lebih baik. (win/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!