Gebrakan Perdana, KKG PAI Kapanewon Panjatan Launching Buku Goresan Pena Sang Pelita

Kulon Progo (KKG PAI Panjatan) – Kelompok Kerja Guru  Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) SD/SLB Kapanewon Panjatan menggelar acara launching buku antologi puisi. Buku tersebut merupakan karya GPAI SD/SLB se-Kapanewon Panjatan. Sedangkan acara launching berlangsung di Aula RM Omah Beji, Wates, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kasi Pakis, Latif Fuad Nurul Huda, S.Ag., M.S.I., Pengawas PAI, Anjar Puwantari, S.Ag., M.S.I., Pengawas SD/MI Kapanewon Panjatan, Esti Wulandari, S.Pd., M.Pd., K3S yang diwakili oleh Aryati, S.Pd., M.Pd. Selain itu hadir juga Ketua KKG PAI Kabupaten Kulon Progo, Muhammad Syuhud, S.Pd.I., Ketua KKG PAI SD/SLB Kapanewon Panjatan, Raden Afiq Widiyantoro, S.Pd.I. beserta seluruh anggota.

Tujuan penulisan yang bisa digunakan untuk buku antologi puisi karya Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Kapanewon Panjatan yang berjudul Goresan Pena Sang Pelita adalah menjadi sarana menuangkan ide, gagasan, dan kreativitas estetik para Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di wilayah Kapanewon Panjatan melalui karya sastra puisi.

Ketua KKG PAI SD/SLB Kapanewon Panjatan, R. Afiq Widiyantoro, S.Pd.I. menyampaikan bahwa buku Goresan Pena Sang Pelita bukanlah sekadar kumpulan kata yang dirangkai di atas kertas. “Ini adalah bukti nyata dedikasi dan perjalanan spiritual serta intelektual rekan-rekan GPAI SD dan SLB. Sebagai seorang pendidik, kita adalah pelita yang terus menyala untuk menerangi masa depan anak bangsa,’’ jelas Afiq.

‘’Buku ini sebagai bukti bahwa GPAI tidak hanya mengajar. Tetapi juga terus belajar dan berkarya,’’ imbuhnya.

Wakil Ketua K3S, Aryati, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresaiasi yang besar kepada GPAI Kapanewon Panjatan yang sudah membuat karya berupa  puisi. Diharapkan nantinya akan menjadi penyemangat bagi guru-guru lain seperti guru kelas. Aryati juga merasa bangga dan turut bahagia atas terbitnya buku Goresan Pena Sang Pelita. Menurut Aryati dari penerbitan buku ini dapat diambil 3 makna. Yaitu sebagai warisan pemikiran, menginspirasi guru yang lain untuk berkarya, dan bukti profesionalisme GPAI SD/SLB.

Kasi Pakis, Latif Fuad Nurul Huda, S.Ag., M.S.I. menyampaikan bahwa pengajar tidak hanya mampu mengajar. Tetapi juga harus bisa menyampaikan gagasan. “Hendaklah kita melihat surah al ‘Alaq pada kata Iqra’ yaitu bacalah. Sebagai generasi penerus, setiap apa yang kita sampaikan haruslah ada rujukannya. Langkah yang nyata yaitu budaya literasi,” ujar Latif.

Guru bukan hanya sebagai pelaku sejarah. Tetapi juga penulis sejarah. “Buku Goresan Pena Sang Pelita ini sebagai praktik baik untuk rujukan kapanewon lain. Selain itu guru hendaklah selalu melakukan peningkatan profesinalisme, literasi, serta peningkatan pendidikan, dan terbentuknya karakter bagi murid. Lisan dapat didengar oleh orang hadir. Tetapi tulisan bisa dibaca bagi orang yang belum lahir,” imbuhnya.

Pengawas PAI, Anjar Purwantari, S.Ag., M.S.I. memberikan motivasi kepada GPAI Kapanewon Panjatan agar program ini menjadi program tahunan. Sehingga tahun depan diharapkan GPAI SD  dan SLB dapat membuat karya kembali.

Ketua KKG PAI Kabupaten Kulon Progo, Muhammad Syuhud, S.Pd.I. juga merasa bahagia karena diminta hadir pada acara launching buku ini. ”Saya merasa bahagia karena di undang untuk hadir di acara ini. Setelah saya membaca buku Goresan Pena Sang Pelita, ternyata GPAI Panjatan banyak penulis-penulis handal,” tuturnya.

Launching Buku Goresan Pena Sang Pelita tersebut dilaunching oleh Kasi Pakis dengan pemukulan gong. (nha/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *