KUA Samigaluh Gelar Pengajian Aparatur, Kakan Kemenag Ajak Maknai Hijrah Transformasi Diri

Kulon Progo (KUA Samigaluh) – Pengajian Aparatur Kapanewon Samigaluh digelar di Pendopo Kapanewon Samigaluh pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat sebagai upaya memperkuat nilai-nilai spiritual, pengabdian aparatur pemerintah, serta penguatan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan ini diawali dengan penyambutan jamaah haji asal Kapanewon Samigaluh yang telah kembali ke tanah air dengan selamat setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Rasa syukur dan kebahagiaan turut mewarnai acara sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan spiritual para tamu Allah tersebut.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pentasyarufan santunan dari Baznas Kabupaten Kulon Progo kepada para mustahik, sebagai wujud kepedulian sosial dan komitmen bersama dalam menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan ini menjadi pengingat bahwa keberkahan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah individual, tetapi juga melalui kepedulian dan solidaritas sosial.

Memasuki acara inti, pengajian menghadirkan H. Muhammad Wahib Jamil, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, yang menyampaikan tausiyah bertema hikmah hijrah Rasulullah SAW. Dalam paparannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk memaknai hijrah tidak sekadar sebagai perpindahan tempat, melainkan sebagai proses transformasi diri menuju kualitas iman, akhlak, dan pengabdian yang lebih baik. Beliau menjelaskan bahwa hijrah Rasulullah SAW dilaksanakan atas perintah Allah SWT, bukan semata-mata kehendak pribadi. Hal ini mengandung pelajaran bahwa setiap langkah kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas dan mengambil keputusan, perlu disandarkan kepada petunjuk Allah serta nilai-nilai spiritual yang kuat.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa perjalanan hijrah Rasulullah berlangsung di tengah berbagai tekanan dan ancaman. Namun, dengan ikhtiar yang matang, strategi yang tepat, dan keyakinan penuh kepada Allah SWT, pertolongan-Nya datang pada waktu yang terbaik. Nilai ini relevan bagi aparatur dalam menghadapi tantangan tugas dan dinamika pelayanan masyarakat.

Selain itu, setiap amal dan pekerjaan hendaknya diawali dengan niat yang baik. Niat yang tulus akan melahirkan integritas, tanggung jawab, dan semangat melayani yang berorientasi pada kemaslahatan umat.

Pada bagian akhir tausiyah, beliau menyoroti keberhasilan Rasulullah SAW membangun kehidupan harmonis di Madinah melalui persatuan berbagai kelompok masyarakat yang beragam. Nilai tersebut menjadi teladan penting untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, serta merawat toleransi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Melalui pengajian ini, aparatur dan masyarakat diajak menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai sarana refleksi untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT, mempererat kepedulian sosial, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Semangat hijrah diharapkan mampu menjadi energi perubahan menuju pribadi yang lebih baik, lingkungan yang harmonis, serta kehidupan yang semakin bermartabat dan penuh keberkahan.(nur/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *