Pastikan Akurasi Tempat Ibadah, KUA Panjatan dan Bimas Islam Kemenag Kulon Progo Ukur Arah Kiblat

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan berkolaborasi dengan Tim Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo melaksanakan kegiatan silaturahmi sekaligus pengukuran akurasi arah kiblat di SD N Kembang Malang, Kalurahan Cerme, Kapanewon Panjatan, pada Rabu (17/6/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 16.00 WIB ini merupakan langkah nyata dalam memberikan jaminan kepastian hukum syar’i terkait arah kiblat bagi sarana ibadah di lingkungan institusi pendidikan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Panjatan, Kartiwin, S.Pd.I., M.S.I., bersama jajaran Tim Teknis dari Bimas Islam Kemenag Kulon Progo. Kedatangan tim disambut hangat oleh segenap guru dan karyawan SD N Kembang Malang, termasuk Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) setempat, Suyanta, S.Pd.I.
Pihak lembaga pendidikan SD N Kembang Malang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas respons cepat dan pendampingan teknis dari KUA dan Kemenag. Suyanta, S.Pd.I., selaku Guru PAI, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kepastian arah kiblat ini sangat penting untuk kenyamanan dan keabsahan ibadah shalat berjamaah para siswa serta guru di sekolah.
Secara terpisah, Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., turut memberikan apresiasi mendalam atas terlaksananya sinergi ini.

“Kami sangat mendukung inisiatif dan kesadaran dari pihak sekolah. Pengukuran arah kiblat di fasilitas umum dan pendidikan adalah bentuk pelayanan prima keagamaan agar masyarakat, khususnya warga sekolah, dapat beribadah dengan mantap dan khusyuk,” ujar Basid Rustami.
Kegiatan kalibrasi arah kiblat ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan implementasi langsung dari Program Prioritas Kementerian Agama RI, khususnya dalam hal peningkatan kualitas pelayanan keagamaan dan Revitalisasi KUA. Melalui program ini, KUA dituntut untuk hadir lebih dekat di tengah masyarakat – termasuk ke lembaga Pendidikan – menjadi pusat layanan yang responsif, edukatif, dan transformatif.
Selain melakukan pengukuran menggunakan peralatan kompas dan teodolit standar Kemenag, pertemuan ini juga diisi dengan edukasi singkat mengenai pentingnya pemahaman ilmu falak (astronomi Islam) praktis bagi para pendidik, agar dapat diajarkan kembali kepada para peserta didik. (win/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!