Gali Potensi Ekonomi Cabe Jawa “Mekar Binangun”, Penyuluh Agama KUA Pengasih Fasilitasi Edukasi Budidaya dan Peluang Ekspor

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi umat berbasis potensi lokal, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., memfasilitasi kegiatan edukasi dan sarasehan bertajuk “Potensi Ekonomi Budidaya Cabe Jawa”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (27/7/2026) bertempat di kediaman Nur Rahmawan, Bangeran, Bumirejo, Lendah, Kulon Progo.

Acara tersebut dihadiri oleh para petani serta penggiat budidaya cabe jawa, baik dari wilayah Kulon Progo maupun luar daerah. Hadir sebagai pemateri utama, Darip Rendra Darmawan, seorang pelaku dan eksportir cabe jawa asal Lumajang, Jawa Timur.

Dalam pemaparannya, Darip mengungkapkan bahwa cabe jawa memiliki potensi pasar yang sangat luas di industri jamu, farmasi, hingga makanan sehat. Permintaan komoditas ini tergolong stabil, tak hanya di dalam negeri tetapi juga pasar ekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Cina, hingga Eropa.

“Potensi ekspor cabe jawa sangat terbuka lebar. Di Eropa terdapat sekitar 900 perusahaan industri herbal, sementara di Cina ada sekitar 490 perusahaan. Kebutuhan pasar ekspor cabe jawa rata-rata mencapai 50 ton per bulan, dengan harga jual kering berkisar antara Rp 75.000 hingga Rp 100.000 per kilogram,” papar Darip. Ia juga berharap Kulon Progo ke depan mampu menyediakan lahan budidaya cabe jawa seluas minimal 10 hektar untuk menyerap peluang pasar tersebut.

Peluang agribisnis ini kian kuat mengingat Kabupaten Kulon Progo telah resmi mematenkan komoditas lokalnya. Pada Kamis (19/02/26) lalu, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menerima sertifikat Tanda Daftar Sumber Daya Genetik (SDG) Lokal dari Kementerian Pertanian untuk variabel cabe jawa lokal (Piper retrofractum) dengan nama Mekar Binangun.

Kepala KUA Kecamatan Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., saat ditemui di ruang kerjanya mengapresiasi penuh inisiatif dan keterlibatan aktif para penyuluh agama dalam kegiatan kemasyarakatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

“Peran Penyuluh Agama Islam saat ini tidak hanya terbatas pada pembinaan keagamaan secara ritual, tetapi juga ikut mengedukasi dan mendampingi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Peluang budidaya Cabe Jawa ‘Mekar Binangun’ ini sangat luar biasa. Kami berharap, kolaborasi antara pendampingan keagamaan dan penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal ini bisa membawa keberkahan serta meningkatkan taraf hidup para petani di Kulon Progo,” ujar Rangga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para petani semakin termotivasi untuk membudidayakan cabe jawa Mekar Binangun secara profesional, sehingga Kulon Progo mampu menjadi salah satu lumbung cabe jawa unggulan penopang industri herbal nasional dan mancanegara.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *