Jaga Kesehatan Lansia dan Benteng Spiritual Keluarga, Pertemuan PKH Kalinongko Digelar

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Penguatan kualitas hidup Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) terus menyasar berbagai aspek kehidupan, mulai dari pemeliharaan kesehatan anggota keluarga senior hingga pemahaman hakikat harta dan anak. Hal ini tercermin dalam pertemuan rutin PKH yang digelar di kediaman bapak Iwan Krisdiyanto, Kalinongko, Kedungsari, Kapanewon Pengasih, pada Selasa (07/7/2026).

Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, dalam sesi pertamanya memfokuskan materi pada pentingnya menjaga kesehatan para lanjut usia (lansia) di lingkungan keluarga PKH. Eny mendorong para penerima manfaat agar lebih tertib dan rutin mengantarkan atau mengingatkan anggota keluarga yang lansia untuk hadir ke Posyandu Lansia.

Pendekatan ini dilakukan secara persuasif dengan memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya deteksi dini terhadap berbagai penyakit yang rentan menyerang usia senja. Selain itu, Eny menegaskan bahwa kehadiran lansia di Posyandu kini diintegrasikan ke dalam sistem pemenuhan kewajiban KPM PKH sebagai bagian dari komitmen komponen kesehatan.

“Lansia adalah bagian dari komponen PKH yang harus kita jaga kesehatannya. Melalui Posyandu, kita bisa mendeteksi dini potensi penyakit sehingga penanganannya tidak terlambat. Ini bukan sekadar kewajiban administratif program, tapi bentuk kasih sayang kita kepada orang tua,” jelas Eny.

Melengkapi bekal kesehatan fisik, aspek spiritual para peserta juga disentuh melalui tausiyah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Muhammad Musodiqin, S.Sos. Kali ini, ia mengajak para hadirin merenungkan kandungan Surat Al-Kahfi Ayat 46 yang membahas hakikat titipan duniawi.

Musodiqin menjabarkan arti dari ayat suci tersebut: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, baik dan indah sifatnya serta bermanfaat bagi manusia, tetapi dapat memperdaya dan tidak kekal; tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh yang dilakukan karena Allah dan sesuai tuntunan agama adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan yang dapat membawa kepada kebahagiaan yang kekal sampai di akhirat nanti.”

Dalam penjelasannya, ia mengingatkan agar kesibukan mencari harta dan mengurus anak tidak membuat manusia terlena atau diperdaya oleh dunia. Sebaliknya, anak dan harta harus dijadikan sarana untuk memupuk amalan-amalan saleh yang dampaknya abadi hingga ke akhirat.

Kegiatan terpadu yang memadukan perhatian pada lansia dan penguatan tauhid ini mendapat respons positif dari Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I. Beliau memberikan statement mengenai pentingnya keselarasan dalam merawat keluarga. “Apa yang disampaikan dalam pertemuan ini sangat selaras dengan prinsip ketahanan keluarga sakinah. Merawat lansia dengan membawanya ke Posyandu adalah bagian dari amal saleh yang nyata di dunia. Konsep Surat Al-Kahfi ayat 46 mengingatkan kita bahwa semua yang kita urus di dunia ini—termasuk anak dan orang tua—harus bermuara pada nilai ibadah. KUA Pengasih sangat mendukung sinergi edukasi seperti ini, di mana kesehatan fisik dijaga dan orientasi akhirat tetap menjadi kompas utama keluarga,” pungkas Rangga.

Pertemuan tersebut berjalan dengan penuh khidmat dan ditutup dengan sesi diskusi interaktif bersama warga RT 015 Kalinongko yang hadir.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *