KUA Panjatan Sampaikan Tausiah pada Pentasarufan Santunan Anak Yatim

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pentasarufan Santunan Anak Yatim Baznas Kabupaten Kulon Progo dalam rangka memperingati 10 Muharam 1448 Hijriah yang diselenggarakan di Pendopo Kapanewon Panjatan, Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kapanewon Panjatan bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Kulon Progo tersebut memberikan santunan kepada 53 anak yatim dan piatu dari berbagai kalurahan di wilayah Kapanewon Panjatan. Acara dihadiri oleh jajaran Forkopimka, perwakilan BAZNAS Kulon Progo, Kepala KUA Kapanewon Panjatan, lurah kalurahan, pengurus UPZ, tokoh masyarakat, para pendamping, serta orang tua dan wali penerima manfaat.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kapanewon Panjatan, Djuni Kaswati, S.Ag., menyampaikan tausiah yang mengangkat tema keberkahan dalam mendidik dan menyayangi anak yatim piatu. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap anak yatim sebagai bagian dari ibadah yang mendatangkan keberkahan bagi keluarga dan lingkungan.

“Menyantuni anak yatim bukan hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan kasih sayang, perhatian, dan pendampingan agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Keberkahan akan hadir ketika kita bersama-sama mengambil bagian dalam mendidik dan membimbing mereka menuju masa depan yang lebih baik,” tutur Djuni Kaswati.

Ketua UPZ Kapanewon Panjatan, Syamsudin, S.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzaki, BAZNAS Kabupaten Kulon Progo, Pemerintah Kapanewon Panjatan, KUA Panjatan, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Santunan ini merupakan amanah dari para muzaki yang harus kami salurkan secara tepat sasaran. Kami juga memohon maaf kepada seluruh penerima manfaat apabila pelaksanaan pentasarufan tahun ini mengalami sedikit keterlambatan. Hal tersebut disebabkan padatnya agenda kegiatan yang harus diselesaikan secara bertahap. Semoga hal tersebut tidak mengurangi makna dan keberkahan santunan yang diterima. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak penerima dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, beribadah, serta menggapai cita-cita,” ujar Syamsudin.

Sementara itu, Panewu Anom Kapanewon Panjatan, Raden Nur Ariwibowo, S.IP., M.M., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap anak yatim merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dipelihara.

“Momentum 10 Muharam mengingatkan kita untuk memperkuat kepedulian sosial. Semoga santunan ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi anak-anak penerima, tetapi juga mempererat sinergi antara pemerintah, BAZNAS, KUA, dan masyarakat dalam membangun budaya gotong royong dan saling peduli,”ungkap Raden Nur Ariwibowo.

Rasa syukur juga disampaikan oleh Surtini, wali dari salah satu penerima santunan, Binara Al Ichsan, warga Trukan Lor, Garongan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas perhatian dan santunan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, bukan hanya dari sisi materi, tetapi juga karena anak kami merasa diperhatikan dan disemangati. Semoga Allah membalas kebaikan seluruh donatur dan penyelenggara,” tutur Surtini.

Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., menegaskan bahwa KUA akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berpihak kepada kelompok rentan, termasuk anak yatim dan piatu.

“KUA Panjatan siap bersinergi dengan pemerintah, BAZNAS, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan program-program yang membawa kemaslahatan. Kepedulian kepada anak yatim merupakan implementasi nilai-nilai Islam yang harus terus ditumbuhkan agar mereka tumbuh dengan penuh kasih sayang, memiliki semangat belajar, dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” ujar Basid.

Kegiatan pentasarufan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Selain penyerahan santunan, para penerima manfaat mendapatkan motivasi spiritual melalui tausiyah serta dukungan moral dari seluruh tamu undangan. Momentum 10 Muharam menjadi pengingat akan pentingnya menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi antara BAZNAS, UPZ Kapanewon Panjatan, KUA Kapanewon Panjatan, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan program santunan bagi anak yatim dapat terus berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. KUA Kapanewon Panjatan berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan keagamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian, moderasi beragama, dan pemberdayaan umat demi terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera. (nof/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *