KUA Pengasih Edukasi Kader KB Tawangsari: Kupas Bahaya Istidraj dan Pentingnya Kesehatan Keluarga

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., menjadi narasumber materi keagamaan dalam Pertemuan Kader Keluarga Berencana (KB) Kalurahan Tawangsari yang berlangsung di Balai Kalurahan Tawangsari pada Senin (27/7/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari pelaksanaan program Pusaka Sakinah.

Dalam pemaparannya yang mengusung tema “Muhasabah untuk Menghindari Istidraj”, Muhammad Munawir mengingatkan pentingnya introspeksi diri dalam menjalankan kehidupan sehari-hari maupun dalam membangun keluarga. Ia menjabarkan empat ciri utama istidraj, kenikmatan semu yang diberikan Allah kepada orang yang terus-menerus bermaksiat, dan yang perlu diwaspadai:

Pertama; Kenikmatan Duniawi di Tengah Maksiat: Tetap mendapatkan kemudahan dan kesenangan dunia meski terus berbuat dosa. Kedua; Ketenangan Hati yang Palsu: Merasa tenang dan tidak bersalah saat melakukan pelanggaran atau dosa. Ketiga; Makin Melimpah, Makin Lupa: Semakin banyak nikmat yang diterima, justru semakin menjauh dan lupa kepada Allah SWT. Keempat; Pencabutan Kenikmatan Secara Mendadak: Nikmat dan kesenangan dicabut secara tiba-tiba oleh Allah di saat berada di puncak kelalaian.

“Penting bagi kita untuk selalu bermuhasabah agar kenikmatan yang kita terima menjadi keberkahan, bukan istidraj yang membawa pada kelalaian,” tegas Munawir di hadapan para kader.

Acara ini dihadiri oleh Kamituwo Kalurahan Tawangsari, Ibu Kartini, yang mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam membina para kader di wilayahnya.

Selain materi keagamaan, kegiatan ini juga diperkuat dengan pemaparan dari sektor kesehatan dan KB. Ibu Kunti dan Ibu Yayuk dari Puskesmas Pengasih 2 menekankan peran vital para kader untuk menginisiasi masyarakat agar aktif menghadiri posyandu serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Sementara itu, Ibu Tri Wahyuni dari Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Pengasih menyampaikan sosialisasi terkait program pendampingan akseptor KB.

Melalui pertemuan ini, diharapkan para Kader KB Tawangsari tidak hanya mantap secara kapasitas teknis dan kesehatan, tetapi juga memiliki benteng spiritual yang kuat dalam mendampingi masyarakat.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *