Pentingnya Ilmu dalam Mengelola Harta Program Sikap Baik Edukasi KPM PKH Janturan

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kehadiran program Sikap Baik (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif) KUA Pengasih terus konsisten menebar manfaat dan mengedukasi masyarakat. Menyatukan penguatan spiritualitas dengan kedisiplinan sosial, kegiatan berkala kali ini digelar bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Dusun Janturan RT 01, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Selasa (21/7/2026). Pertemuan tersebut berlangsung hangat di kediaman Ibu Sariyah.
Dalam dimensi bimbingan keagamaan, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., menyampaikan materi kerohanian yang mengusung tema mendalam, yaitu “Keutamaan Ilmu dibanding Harta”.
Melalui penyampaiannya, Munawir memaparkan empat golongan manusia dalam menyikapi ilmu dan harta: Pertama; orang yang berharta tapi tak berilmu, kedua; berilmu tapi tidak berharta, ketiga; berilmu sekaligus berharta, dan keempat; kondisi yang paling menyedihkan yaitu orang yang tidak memiliki ilmu maupun harta.
Dalam kesempatan tersebut, diceritakan pula kisah Nabi Sulaiman AS yang ketika diberi pilihan oleh Allah SWT antara ilmu, harta, atau kerajaan, beliau dengan bijak memilih ilmu. Berkat ilmu itulah, Allah SWT kemudian menganugerahkan harta dan kerajaan yang melimpah kepadanya. “Harta yang berada di tangan orang yang tidak berilmu berpotensi sia-sia, cepat habis, bahkan bisa mendatangkan kesengsaraan. Sebaliknya, harta di tangan orang yang berilmu akan menjadi sangat bermanfaat, produktif, dan membawa keberkahan bagi diri sendiri maupun orang banyak. Sebab, ilmualah yang menjaga harta, bukan harta yang menjaga ilmu,” papar Munawir di hadapan para KPM PKH Janturan.

Selaras dengan materi keutamaan ilmu dalam mengelola harta, Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Emi Listiawati, S.Pd., memberikan penekanan terkait kedisiplinan penggunaan bantuan sosial dari pemerintah. Emi mengimbau seluruh KPM PKH agar senantiasa bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan dana bantuan yang diterima, yaitu dengan memprioritaskannya sesuai peruntukan utama seperti kebutuhan pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan pemenuhan gizi pokok.
“Bantuan PKH dihadirkan untuk meringankan beban dan mendorong kemandirian keluarga. Oleh karena itu, manfaatkanlah bantuan ini secara tepat sasaran sesuai peruntukannya, jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif atau di luar kebutuhan mendasar keluarga,” tegas Emi.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keselarasan pesan yang disampaikan dalam forum Sikap Baik kali ini. Menurutnya, literasi ilmu agama dan pemahaman keuangan sangat saling melengkapi. “Kami sangat mendukung penuh pesan edukatif dalam kegiatan di Janturan ini. Islam mengajarkan bahwa ilmu adalah fondasi utama dalam bertindak. Bantuan sosial yang diterima oleh masyarakat pada hakikatnya adalah amanah harta. Tanpa adanya bekal ilmu dan pemahaman yang baik, harta tersebut tidak akan memberikan dampak jangka panjang. Melalui kolaborasi Sikap Baik ini, kami ingin membina KPM PKH agar tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga semakin cerdas dan bijak secara intelektual serta spiritual dalam mengelola setiap rezeki yang diterima,” ungkap Rangga.
Melalui pertemuan ini, para KPM PKH Janturan RT 01 diharapkan semakin termotivasi untuk menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu kehidupan, serta semakin tepat dalam mengelola bantuan untuk kesejahteraan keluarga.(lua/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!