Sembuhkan Luka Batin Parenting, KUA Pengasih Edukasi KPM PKH Terkait Mother-Father Wound

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kehadiran program SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif) di tengah masyarakat kembali menghadirkan ruang edukasi yang mendalam dan solutif. Melalui integrasi bimbingan keagamaan dan pendampingan sosial Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), program ini menyambangi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Dusun Siluwok Lor, Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih, Senin (20/7/2026). Bertempat di kediaman Sulbiyah, kegiatan kali ini secara khusus membedah pentingnya kesehatan mental dalam keluarga.
Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., hadir sebagai narasumber utama dengan mengangkat tema yang sangat krusial namun jarang dibahas secara terbuka, yaitu “Berdamai dengan Mother Wound, Father Wound, dan Luka Batin akibat Parenting yang Kurang Tepat”.
Dalam bahasannya, Munawir mengupas bagaimana pola asuh masa lalu yang kurang tepat dari orang tua, baik disengaja maupun tidak, dapat meninggalkan luka emosional yang mendalam (mother wound atau luka pengasuhan ibu, dan father wound atau luka pengasuhan ayah). Luka-luka batin ini jika tidak disembuhkan berpotensi membentuk siklus pola asuh yang salah secara turun-temurun.

“Berdamai dengan luka masa lalu bukan berarti kita menyalahkan orang tua kita terdahulu. Dalam sudut pandang Islam dan psikologi keluarga, berdamai adalah proses memaafkan, menerima, dan memutus mata rantai luka tersebut agar kita tidak meneruskannya kepada anak-anak kita sekarang. Memperbaiki pola asuh (parenting) adalah bagian dari ikhtiar iman untuk melahirkan generasi yang sehat secara mental dan spiritual,” urai Munawir di hadapan para ibu KPM yang menyimak dengan penuh khidmat.
Pola asuh yang baik tentu harus didukung oleh akses pendidikan yang memadai. Pada kesempatan yang sama, Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Emi Listiawati, memberikan sosialisasi mengenai program Sekolah Rakyat.
Emi menekankan bahwa Sekolah Rakyat menjadi wadah inklusif yang memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak. Melalui program ini, para orang tua diajak untuk lebih peduli terhadap masa depan akademik anak, sehingga setelah pulih dari luka batin di rumah, anak-anak juga mendapatkan bekal intelektual yang kuat di bangku sekolah.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menegaskan dukungan penuhnya terhadap arah materi yang disampaikan dalam program SIKAP BAIK kali ini. Menurutnya, ketahanan keluarga tidak akan kokoh tanpa adanya kesehatan mental yang baik di antara orang tua dan anak. “Kami di KUA Pengasih memandang bahwa urusan agama tidak hanya seputar fiqih ibadah ritual, melainkan juga fiqih keluarga yang menyentuh psikologis pengasuhan. Edukasi mengenai mother wound dan father wound ini sangat penting agar para orang tua di lingkungan KPM PKH memiliki kesadaran untuk menyembuhkan diri terlebih dahulu. Ketika orang tua ego-nya selesai dan damai dengan masa lalunya, maka iklim islami di dalam rumah tangga akan tercipta secara alami. Sinergi dengan program Sekolah Rakyat dari PKH menjadi kombinasi sempurna untuk mencetak generasi penerus yang cerdas secara emosional, intelektual, dan spiritual,” pungkas Rangga.
Melalui forum SIKAP BAIK ini, para KPM PKH Siluwok Lor tidak hanya pulang membawa pengetahuan baru, tetapi juga kesadaran emosional untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan penuh kasih sayang di dalam keluarga mereka.(lua/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!