Sinergi KUA dan PKH Pengasih: Ajak KPM Mandiri Pangan dan Edukasi Pengukuran Arah Kiblat Lewat Rashdul Kiblat

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kolaborasi lintas sektor yang dikemas dalam kegiatan SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif) kembali hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Kali ini, kegiatan yang memadukan pemberdayaan ekonomi dan bimbingan keagamaan tersebut menyambangi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Dusun Karangtengah Kidul Rt. 07 Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih. Kegiatan yang berlangsung hangat ini bertempat di kediaman ibu Sutinah.
Dalam pertemuan tersebut, Pendamping PKH, Prastiwi Untari, mengajak seluruh KPM PKH Rt.07 Karangtengah Kidul untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayuran secara mandiri. Langkah ini dinilai sangat strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga.
“Menanam sayuran sendiri tidak hanya menghemat pengeluaran dapur, tetapi juga menjamin ketersediaan pangan yang sehat, bergizi, dan higienis untuk keluarga,” ujar Prastiwi.
Tidak hanya soal ketahanan pangan fisik, aspek spiritualitas warga juga turut disentuh. Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Luazizah, S.H.I., hadir memberikan sosialisasi penting mengenai fenomena alam astronomis yang sangat berguna bagi ibadah umat Muslim, yaitu Rashdul Kiblat atau Istiwa A’zam.

Luazizah menjelaskan secara detail mengenai peristiwa langka ini: Apa itu Rashdul Kiblat? Peristiwa astronomis di mana posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah (Mekkah). Akibatnya, bayangan semua benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi akan mengarah tepat ke arah kiblat.
Kapan Terjadinya? Fenomena ini diproyeksikan terjadi pada Rabu 15 Juli pukul 16.27 WIB dan Kamis, 16 Juli 2026. Kemudian Luazizah mengajak KPM PKH untuk praktik mandiri: Warga cukup menyiapkan tongkat atau benda tegak lurus pada permukaan yang rata di bawah sinar matahari langsung pada jam tersebut, lalu tarik garis mengikuti bayangan benda tersebut.
Luazizah pun mengajak seluruh KPM PKH yang hadir untuk tidak melewatkan momentum emas ini. “Mari kita manfaatkan peristiwa Rashdul Kiblat ini untuk mengecek dan mengukur kembali ketepatan arah kiblat di rumah masing-masing secara mandiri. Caranya sangat mudah, praktis, dan akurat tanpa memerlukan alat khusus,” ajak Luazizah.
Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi program SIKAP BAIK ini. Ia menegaskan bahwa sinergi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan yang inklusif, menyentuh aspek jasmani sekaligus rohani masyarakat. “Kami sangat mendukung penuh kegiatan SIKAP BAIK ini. Melalui kolaborasi antara penyuluh agama dan pendamping PKH, kita bisa mengedukasi masyarakat secara menyeluruh. KPM PKH tidak hanya diberdayakan secara ekonomi melalui kemandirian pangan, tetapi juga dibekali dengan literasi keagamaan yang praktis dan aplikatif, seperti pemanfaatan momentum Rashdul Kiblat untuk memantapkan ibadah mereka,” ungkap Rangga.
Kegiatan SIKAP BAIK ini diakhiri dengan diskusi interaktif dan pembagian rencana aksi mandiri, baik untuk mulai menanam benih sayuran maupun persiapan praktik pengukuran arah kiblat di rumah masing-masing.(lua/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!