Benteng Ketahanan Keluarga, Penyuluh Agama KUA Pengasih Edukasi Kader Karangsari Bahaya “Penjajah Digital”

Kulon Progo (KUA Pengasih) — Pertemuan rutin kader Kalurahan Karangsari pada Rabu siang (26/8/2026) di Pendopo Kalurahan berlangsung khidmat dan sarat edukasi. Melalui program Pusaka Sakinah, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Luazizah, S.H.I., hadir memberikan pembinaan intensif guna memperkuat benteng ketahanan keluarga di wilayah Karangsari.
Acara diawali dengan sambutan Kamituwa Karangsari, Sugeng Riyanto. Dalam arahannya, beliau mewanti-wanti para kader untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman judi online (judol) mengingat telah ditemukannya sejumlah kasus warga yang terjerat di wilayah Karangsari.

Menanggapi fenomena tersebut, Luazizah, S.H.I. menyampaikan refleksi mendalam mengenai arti kemerdekaan di era modern. Menurutnya, masyarakat hari ini sejatinya belum merdeka secara utuh. Jika para pahlawan dahulu berjuang melawan penjajah fisik secara langsung, masyarakat saat ini justru menghadapi tantangan “penjajah tak kasatmata” yang menyusup lewat perangkat gawai melalui aplikasi dan tautan situs judi online.
Dalam paparannya, Luazizah merinci lima dampak destruktif judi online yang merusak sendi-sendi kehidupan: Pertama; Kecanduan berat yang merusak pola pikir dan kontrol diri. Kedua; Kerugian keuangan yang memicu krisis ekonomi rumah tangga. Ketiga; Gangguan kesehatan mental dan fisik akibat tekanan stres berkepanjangan. Keempat; Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang sebagai pelarian destruktif. Kelima; Ancaman jeratan kasus hukum akibat tindakan kriminal yang dipicu oleh ketergantungan modal judi.

Rangkaian kegiatan tersebut disempurnakan oleh paparan sinergis dari lintas sektor. Samsudin dari PLKB Pengasih menekankan pentingnya pendampingan orang tua terhadap anak saat bermedia sosial agar terhindar dari pengaruh negatif dunia digital. Sementara itu, Bidan Purwiningsih dari Puskesmas Pengasih II memaparkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) balita serta sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), dengan penekanan bahwa imunisasi HPV kini penting diberikan tidak hanya untuk anak perempuan, tetapi juga anak laki-laki.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi edukatif ini. “Program Pusaka Sakinah tidak hanya berfokus pada keharmonisan relasi suami-istri, tetapi juga menjadi benteng utama dalam melindungi keluarga dari maraknya ancaman modern seperti judi online dan kejahatan siber. Sinergi antara penyuluh agama, pemerintah kalurahan, PLKB, dan tenaga kesehatan ini merupakan langkah nyata mewujudkan masyarakat yang sakinah, sehat, dan sejahtera secara lahir batin,” tegas Rangga. (lua/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!