Bookshare MIN 3 Kulon Progo, Agama Bukan Sekadar Simbol
Kulon Progo (MIN3KP) – Indonesia kerap dijuluki sebagai salah satu negara paling religius di dunia dengan populasi Muslim terbesar. Namun, pemandangan kontradiktif masih menjadi tantangan besar. Maraknya kasus korupsi, judi online, pinjaman online ilegal (pinjol), hingga dekadensi moral di tengah masyarakat. Salah satu guru MIN 3 Kulon Progo, Setianto, S.Pd. menyampaikan hal itu saat kegiatan bookshare pada Senin (24/8/2026) di madrasah setempat.
“Indonesia kerap dijuluki sebagai salah satu negara paling religius di dunia dengan populasi Muslim terbesar. Namun, pemandangan kontradiktif masih menjadi tantangan besar. Maraknya kasus korupsi, judi online, pinjaman online ilegal (pinjol), hingga dekadensi moral di tengah Masyarakat,” ucapnya.
Menanggapi fenomena ini, tulisan reflektif dari Faiza Fauziah yang mengulas buku A Thinking Person’s Guide to Our Times karya H.R.H. Prince Ghazi bin Muhammad bin Talal membedah akar masalah yang sedang dihadapi masyarakat modern, khususnya di Indonesia. Buku tersebut meyakinkan bahwa agama bukanlah sumber masalah. Persoalan utama dinilai bersumber dari berbagai krisis internal (inner crisis) yang menggerogoti tatanan sosial.
“Tekanan ekonomi dan gaya hidup konsumtif mendorong masyarakat mengambil keputusan destruktif. Di sisi lain, integritas yang melemah membuat korupsi membudaya dari level akar rumput hingga elite. Praktik ritual keagamaan sering kali berhenti pada formalitas simbolis tanpa transformasi karakter nyata. Sementara itu, sistem pendidikan masih dominan berfokus pada pencapaian akademik ketimbang pembentukan etika, serta lembaga pengawal keadilan kerap terjebak korupsi sistemik, ditambah interpretasi ajaran yang kaku sehingga kehilangan daya pikat sebagai panduan hidup relevan,” lanjut Setianto.
“Guna mengurai benang kusut krisis tersebut, buku tulisan Pangeran Ghazi ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis konsensus (ijma’). Bukan sekadar mengandalkan suara mayoritas. Sebab, ketika mayoritas masyarakat tengah berada dalam krisis moral, pengambilan keputusan berdasarkan suara mayoritas semata berisiko melanggengkan masalah. Konsensus menuntut dialog mendalam untuk melahirkan kebijakan yang adil, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai universal,” pungkasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan pegawai MIN 3 Kulon Progo. (sty/abi).
#KementerianSemuaAgama #MakinDigitalMenjangkauUmat




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!