Cegah Pernikahan Dini, KUA Girimulyo dan KKN UIN Sunan Kalijaga Perkuat Peran Orang Tua

Kulon Progo (KUA Girimulyo) — Upaya mencegah pernikahan dini perlu dimulai dari lingkungan keluarga dengan memperkuat peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang serta mempersiapkan masa depan anak. Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Sosialisasi Peran Orang Tua dalam Mencegah Pernikahan Dini melalui Penguatan Kesiapan Finansial, Materi, dan Emosional pada Remaja Usia Siap Menikah untuk Mewujudkan Keluarga yang Berkualitas yang digelar mahasiswa KKN Reguler 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Reswara Giripurwo IX bersama KUA Girimulyo.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (11/8/2026) di Masjid Baiturrahman, Penggung, Giripurwo, dan diikuti oleh ibu-ibu PKK. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para orang tua untuk memahami pentingnya pendampingan terhadap remaja, khususnya dalam menghadapi persoalan pernikahan dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga.

Dalam kegiatan tersebut, KUA Girimulyo turut berkontribusi melalui Budi Riyanta, S.Ag., Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF), yang hadir sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi mengenai pentingnya kesiapan sebelum memasuki kehidupan pernikahan, yang tidak hanya berkaitan dengan usia, tetapi juga mencakup kesiapan finansial, materi atau pengetahuan, serta kematangan emosional.

Ia menjelaskan bahwa pernikahan merupakan fase kehidupan yang membawa tanggung jawab besar. Karena itu, remaja perlu memiliki bekal yang cukup agar mampu menjalankan peran dalam keluarga secara matang. Dalam hal ini, orang tua mempunyai posisi penting untuk memberikan pendampingan, pemahaman, sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dengan anak.

“Pernikahan tidak cukup hanya dengan kesiapan usia. Ada kesiapan lain yang perlu diperhatikan, seperti kesiapan finansial, pengetahuan, dan emosional. Orang tua memiliki peran penting untuk mendampingi anak agar mampu mempersiapkan diri dan mengambil keputusan dengan matang,” jelasnya.

Menurutnya, pencegahan pernikahan dini tidak semata-mata dilakukan dengan melarang anak untuk menikah, tetapi juga melalui proses pendampingan dan edukasi. Orang tua perlu membantu anak memahami konsekuensi pernikahan serta mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan untuk membangun keluarga yang berkualitas.

Ia juga mengajak para orang tua untuk menjadikan keluarga sebagai ruang pertama bagi anak dalam memperoleh pemahaman mengenai kehidupan, tanggung jawab, dan perencanaan masa depan. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak diharapkan dapat membantu remaja menentukan pilihan secara lebih bijak serta menghindarkan mereka dari keputusan pernikahan yang belum didukung kesiapan yang memadai.

Ketua PKK, Sulastri, menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kegiatan yang dinilai memberikan tambahan wawasan bagi para ibu mengenai pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak, khususnya berkaitan dengan kesiapan menuju pernikahan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Kami sangat mengapresiasi adanya sosialisasi seperti ini karena memberikan tambahan pengetahuan dan pemahaman bagi kami sebagai orang tua. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sulastri.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara KUA Girimulyo dan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pembinaan kepada keluarga dan remaja, khususnya dalam membangun kesadaran tentang pentingnya kesiapan sebelum memasuki kehidupan pernikahan.

KUA Girimulyo berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam memberikan bimbingan dan edukasi keagamaan kepada masyarakat, termasuk dalam upaya mencegah pernikahan dini dan mendorong terwujudnya keluarga yang berkualitas. Melalui penyuluhan, pembinaan, serta sinergi dengan berbagai unsur masyarakat dan lembaga pendidikan, KUA Girimulyo akan terus mendorong penguatan keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang matang, bertanggung jawab, dan siap membangun kehidupan rumah tangga. (hdf/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *