Jadi Rujukan WBK, Kemenag Kulon Progo Terima Studi Tiru Zona Integritas dari BPS

 

Kulon Progo (KemenagKP) – Perjalanan Pembangunan Zona Integritas Kantor Kemenag Kulon Progo sudah berjalan sejak lama tahap demi tahap dan dilaksanakan berkesinambungan dari masa ke masa. Sehingga setiap pimpinan harus bisa menjadi teladan dan memastikan program-program yang dilaksanakan dengan berintegritas di semua lini pelayanan. Untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Kemenag Kulon Progo  telah menempuh perjalanan panjang, semua di raih dengan semangat dan perjuangan bersama. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H.M. Wahib Jamil, S.Ag. M.Pd. menyampaikan hal itu saat menerima Studi Tiru Zona Integritas dari Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kulon Progo di Ruang Riptaloka kantor setempat, Rabu (05/08/2026) pagi.

“Dalam pembangunan zona integritas ini harus diinternalisasikan kepada semua pegawai. Sehingga semua pegawai harus paham dengan pembangunan zona integritas. Selain itu dengan membangun komitmen pimpinan, melaksanakan budaya pelayanan prima, memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana, serta menciptakan program inovasi yang mendekat dan menyentuh masyarakat,” terang Jamil.

“Pembangunan Zona Integritas juga membutuhkan komitmen dan kekompakan dari semua pegawai. Termasuk sampai ke satker dan unit kerja. Jadi semua pegawai harus berkontribusi dalam kesuksesan pembangunan zona integritas tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu,  Achmad Johan Affandi, S.Si., M.E.., Kepala BPS Kulon Progo, mengatakan pihaknya memandang Kantor Kemenag Kulon Progo yang sudah lolos menjadi satker berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sangat layak dijadikan rujukan studi tiru dalam pembangunan Zona Integritas (ZI).

“Tahun ini kami sedang menghadapi penilaian ZI oleh Menpan RB sehingga kami sangat perlu belajar banyak praktik baik pembangunan ZI wilayah WBK dari Kantor Kemenag Kulon Progo. Selanjutnya kami mohon binaannya dalam membangun zona integritas menuju WBK. Kami ingin menggali potensi-potensi yang ada di Kantor Kemenag Kulon Progo,” tutur Johan.

“Terimakasih juga atas kerjasama yang terjalin selama ini dalam penghimpunan data-data keagamaan, sehingga kami mendapatkan data yang valid tentang keagamaan dan pendidikan madrasah ,” pungkasnya. (don)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *