Kegiatan Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK: Sinergi KUA Pengasih dan PKH Perkuat Jiwa Keagamaan dan Kemandirian Warga Kedungsari

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos, melaksanakan kegiatan pembinaan melalui program Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif) bersama Pendamping PKM PKH, Eny Puri Rahayu. Acara yang dihadiri oleh warga penerima manfaat PKH Karangasem ini berlangsung di kediaman Bapak Kemijo, Karangasem RT 008 RW 011, Kedungsari, Pengasih, Kulon Progo, pada Selasa (11/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pendamping PKM PKH, Eny Puri Rahayu, menyampaikan materi terkait pentingnya jaring pengaman sosial dari pemerintah. Beliau menekankan bahwa negara hadir melalui bantuan sosial (bansos) untuk meringankan beban warga miskin, memenuhi kebutuhan dasar, serta mencegah kemiskinan ekstrem melalui tiga pilar utama: Pertama; Perlindungan Sosial: Pemberian bantuan tunai atau sembako demi menjaga daya beli warga.

Kedua; Akses Layanan Dasar: Pengikatan bantuan dengan kewajiban pemeriksaan kesehatan dan pendidikan anak bagi keluarga penerima. Ketiga; Pengurangan Beban Pengeluaran: Mengurangi biaya hidup harian agar warga kelompok rentan tidak jatuh ke kemiskinan yang lebih dalam.

Melengkapi materi sosial tersebut, Penyuluh Agama Islam, Muhammad Mushodiqin, S.Sos, memberikan santapan rohani mengenai nilai-nilai kebangsaan dan spiritual. Mengutip doa Nabi Ibrahim dalam QS. al-Baqarah: “(Ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Akhir.”

Ia mengajak masyarakat untuk mengisi kemerdekaan Indonesia menurut sudut pandang Islam melalui tiga langkah nyata: Satu; Mensyukuri Nikmat: Diwujudkan melalui ucapan, amal perbuatan, serta ketaatan dalam menjalankan ajaran agama. Dua; Menjaga Persatuan: Memperkuat kebersamaan, ukhuwah, dan semangat gotong royong demi membangun bangsa yang adil.
Tiga; Beramal dan Berkarya: Mengisi kemerdekaan dengan menuntut ilmu, bekerja keras, serta memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kolaborasi ini.
“Sinergi antara KUA dan Pendamping PKH melalui program SIKAP BAIK serta Pusaka Sakinah merupakan langkah konkrit dalam membangun masyarakat yang tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara mental dan spiritual. Kami berharap pendampingan terpadu ini mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mandiri, dan berakhlak mulia di wilayah Pengasih,” ujar Rangga.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *