Kenalkan Tanaman Obat Sejak Dini, Musera Gelar Pelatihan TOGA

Kulon Progo (Musera) – Murid kelas V MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) mendapatkan pelatihan Pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) pada Kamis (27/8/2026) siang. Kegiatan edukatif yang berlangsung di lingkungan madrasah ini bertujuan untuk mengenalkan ragam tanaman herbal lokal yang kaya manfaat kesehatan sejak dini.
Ketua KKN UST, Dimas Nonianto, memimpin langsung jalannya materi pelatihan dengan membawa contoh fisik tanaman. Ia menjelaskan secara interaktif mengenai karakteristik dan khasiat dari kencur, lengkuas, jahe, kunir, hingga daun sirih kepada para murid.

”Kami ingin adik-adik di Musera tidak hanya tahu bentuk fisiknya. Tetapi juga paham manfaat besar di baliknya. Misalnya, kencur dan jahe yang sangat baik untuk menghangatkan tubuh serta meredakan batuk. Kunir untuk menjaga pencernaan, lengkuas sebagai anti inflamasi, hingga daun sirih yang kaya antiseptik alami. Harapan kami, melalui pelatihan ini adik-adik dapat memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk menanam tanaman obat yang kaya manfaat ini,” ujar Dimas.
Inisiatif program kerja mahasiswa KKN ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari pihak manajemen madrasah. Kepala MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera), Sumarsih, M.S.I., menilai kegiatan ini memberikan dimensi belajar baru bagi murid yang tidak sekadar bersumber dari buku teks.
”Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas pelatihan pengenalan tanaman obat yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN UST ini. Edukasi praktis seperti ini sangat bernilai. Karena memberikan pengetahuan kontekstual kepada murid mengenai pemanfaatan kekayaan alam di sekitar mereka untuk kesehatan keluarga,” ungkap Kamad.

Kegiatan ini pun disambut dengan antusiasme tinggi oleh para peserta. Salah satu murid kelas V, Anindhita Keisya Zahra mengaku sangat senang karena kini bisa membedakan jenis-jenis empon-empon dan tahu cara menggunakannya saat tubuh sedang kurang sehat.
”Seru sekali, saya sangat senang bisa belajar tentang tanaman obat hari ini. Sekarang saya jadi paham apa saja kegunaannya, jadi kalau nanti di rumah ada yang batuk atau luka, saya sudah tahu tanaman apa yang bisa dipakai untuk membantu menyembuhkannya,” kata Anindhita.
Melalui pelatihan interaktif ini diharapkan para murid kelas V MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) dapat menjadi agen kecil di lingkungan keluarga mereka dalam melestarikan dan memanfaatkan tanaman obat tradisional secara bijak. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat


Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!